Tapaktuan – Pemilik pangkalan Usaha Dagang (UD) Aira Sawang dengan inisial SY (44) warga Gampong Sikulat, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan dan AA (60), pemilik pangkalan AMR Jaya Simpang Tiga Sawang, Kecamatan yang sama, terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian Aceh Selatan.

Pasalnya, kedua pemilik pangkalan tersebut tertangkap basah menjual gas elpiji 3 Kg bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp 28.000/tabung. Padahal Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan telah menetapkan harga gas elpiji bersubsidi sebesar Rp 23.000/tabung.

Kapolres Aceh Selatan, AKBP. Dedy Sadsono, S.T., dalam keterangan persnya di Mapolres Aceh Selatan, Kamis (1/3/2018) mejelaskan, penangkapan kedua tersangka tersebut dilakukan terpisah saat personel Satreskrim Polres Aceh Selatan melakukan patroli rutin di wilayah Kecamatan Sawang.

 

“SY ditangkap pada hari Selasa (27/2/2018) sekitar pukul 15:30 WIB. Waktu itu personel Satreskrim Polres Aceh Selatan melakukan Patroli rutin di Kecamatan Sawang dan diperjalanan personel reskrim mendapati informasi adanya penjual gas Elpiji bersubsidi tidak sesuai dengan HET,” ungkap Kapolres.

Mendapat informasi tersebut, tambah Kapolres, personel Satreskrim Polres Aceh Selatan melakukan penyelidikan dan sekitar pukul 15:30 WIB tepatnya di Gampong Meuligo, Kecamatan Sawang petugas melihat ada satu unit becak motor dengan BL 3603 TD bermuatan gas elpiji 3 Kg.

“Pada saat itu juga petugas memberhentikan becak motor tersebut dan setelah dilakukan interogasi awal di lapangan, diketahui bahwa gas tersebut berjumlah 30 tabung dengan tujuan dibawa ke rumah tersangka dan dijual dengan harga Rp 28.000/tabungnya,” ujar Kapolres.

Menurut Kapolres, dari keterangan tersangka SY, diketahui bahwa gas elpiji tersebut dibawa pulang dari pangkalan ke rumahnya dengan tujuan gas itu cepat habis terjual, dan tersangka menjual gas elpiji tersebut di atas HET dengan dalih medapatkan keuntungan yang lebih besar.

“Dikarenakan telah melanggar ketentuan yang ada, sehingga tersangka dan barang bukti dibawa ke Polres Aceh Selatan guna dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” sebut Kapolres,

Sedangkan tersangka AA lanjut Kapolres, dia ditangkap pada hari yang sama dengan waktu berbeda atas tindakan pelanggaran yang sama, yakni menjual gas elpiji bersubsidi di atas HET. Tersangka AA, ditangkap sekira pukul 17:00 WIB oleh personel Satreskrim Polres Aceh Selatan saat melakukan patroli rutin di wilayah Sawang.

“Kronologinya hampir sama, dalam perjalanan personel Satreskrim mendapatkan informasi tentang adanya masyarakat yang membawa gas elpiji bersubsidi ke Gampong Sawang. Mendapatkan informasi tersebut petugas langsung melakukan pengecekan dan ternyata benar ada masyarakat yang bernama Yusri membawa tabung gas elpiji 3 kg sebanyak 15 tabung,” tutur Kapolres.

Setelah dilakukan interogasi, diketahui bahwa gas tersebut dibeli dari pangkalan AMR Jaya milik AA oleh Yusri dengan harga Rp 28.000/tabung.

“Atas kejadian tersebut, selanjutnya petugas membawa tabung gas beserta AA ke Polres Aceh Selatan untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Dan saat ini keduanya ditahan di Mapolres Aceh Selatan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” pungkas Kapolres Aceh Selatan.