BANDA ACEH – Kepolisian Resort Banda Aceh menangkap dua pedagang yang menjual gas elpiji bersubsidi tiga kilogram di atas harga eceran tertinggi (HET) di dua lokasi berbeda.

Kedua pelaku bernama SJ yang merupakan pemilik usaha elpiji di kawasan Neuheun, Aceh Besar dan RH pemilik usaha atau pangkalan elpiji dikawasan Sibreh, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Besar.

Kapolresta Banda Aceh AKBP Trisno Riyanto menyebutkan penangkapan tersangka itu setelah adanya informasi bahwa mereka menjual gas elpiji di atas harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah yakni Rp18 ribu per tabung.

“Mereka menjual gas elpiji melon sebesar Rp29 hingga 32 ribu per tabung kepada pelanggan, ini di luar harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” kata Kapolresta, Selasa (20/3).

Saat tim melakukan penyelidikan, lanjut Kapolresta usaha pangkalan elpiji milik kedua pelaku tidak memiliki ijin dari pihak Pertamina. Usaha menjual gas elpiji sudah mereka jalani selama setahun.

“Setelah kita cek dokumen, ternyata ijin usaha mereka sudah tidak berlaku lagi, sehingga kedua pelaku kita amankan,” kata Kapolresta.

Dari penangkapan itu, polisi mengamankan 313 tabung gas elpiji melon dari dua tempat usaha kedua pelaku.

“240 tabung gas elpiji kosong kita amankan di tempat usaha milik RH di kawasan Sibereh, dan 73 tabung milik SJ di kawasan Neuheun Aceh Besar,” ungkap AKBP Trisno.