Banda Aceh – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh, Dr. Chaerul Amir, SH melantik dan serah terima jabatan empat Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), serta Koordinator pada Kejati Aceh, di Gedung Serba Guna Kejati Aceh, Bathoh, Banda Aceh, Kamis, (22/3/18).

Mereka yang dilantik adalah: Kajari Lhokseumawe dijabat Muhammad Ali Akbar, sebelumnya Kajari Aceh Timur. Sementara, Kajari Lhoksemawe yang lama, Mukhlis menjabat sebagai Asisiten Bidang Intelijen Kejati Aceh. Kemudian, posisi sebagai Kajari Aceh Timur dijabat Abun Hasbullah Syahban, yang sebelumnya menjabat sebagai Koordinator pada Kejati DKI Jakarta. Kajari Subulussalam dijabat M. Alinafiah Siragih, yang sebelumnya sebagai Koordinator pada Kejati Aceh. Kajari Pidie Jaya dijabat Basuki Sukardjono yang sebelumnya dijabat Abdul Muin. Selanjutnya, Abdul Muin mendapat jabatan baru sebagai koordinator pada Kejati Kalimantan Barat. Selanjutnya, Teuku Herizal mendapat tugas baru sebagai Koordinator pada Kejati Aceh, yang sebelumnya menjabat sebagai Koordinator pada Kejari Banda Aceh.

Dalam sambutannya, Kajati Aceh Chaerul Amir mengatakan prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan pada jabatan baru, merupakan tindaklanjut yang harus dilaksanakan sesuai dengan putusan yang telah ditetukan Jaksa Agung, HM. Prasetyo. Begitupun, dia menilai pergantian dan mutasi ini merupakan hal wajar serta kebutuhan maupun penyegaran dalam suatu organisasi. “Pergantian ini merupakan bagian dari mutasi dan rotasi. Dan ini hal biasa dalam setiap organisasi, termasuk di Kejaksaan Agung. Dan ini juga bagian dari reformasi birokrasi yang sedang dijalankan Kejaksaan Agung, sehingga rotasi yang dilakukan dapat memacu membawa organisasi ke arah yang lebih baik,” ungkap dia.

Selain itu, Chaerul Amir juga mengingatkan jika dinamika perkembangan pelanggaran hukum dan paradigma sudah jauh berkembang, dan mengalami perubahan yang sangat mendasar. Dimana, paradigma pelanggaran hukum yang mengacu pada hukum positif, sudah berkembang pada pemenuhan keadilan subtansial dan keadilan prosedural. Ini merupakan tantangan kedepan yang harus mampu dilalului aparat penegak hukum.

“Saya tahu persis bagaimana di Aceh Timur, dengan lumbungnya narkoba. Saya berharap Kajari Aceh Timur yang baru bisa secepatnya beradaptasi, apa yang sudah diperbuat Kajari Aceh Timur yang lama, dapat dilanjutkan dan dipertahankan, serta ditingkatkan. Begitu juga Kajari lain yang baru dilantik, semoga dapat beradaptasi dengan lingkungan baru, dan dapat melayani masyarakat dengan baik,” harap Craerul Amir