Banda Aceh – Tim formatur pembentukan Dewan Pimpinan Aceh hingga saat ini masih memusyawarahkan struktur baru pasca terpilihnya Muzakir Manaf atau Mualem sebagai Ketua Umum Partai Aceh  beberapa waktu lalu. Dari sejumlah struktural organisasi partai yang menjadi fokus pembahasan, bursa pemilihan untuk posisi juru bicara partai berlatar merah ini justru ramai diperebutkan oleh para kader.

Informasi yang dikutip dari portalsatu, menyebutkan ada empat nama kader Partai Aceh dipersiapkan untuk mengisi posisi juru bicara. Dua nama pertama merupakan sosok yang pernah menjabat sebagai juru bicara di partai lokal ini. Mereka adalah Fachrul Razi, MIP, dan Suadi Sulaiman alias Adi Laweueng.

Meskipun nama Fachrul Razi masuk kembali dalam bursa calon juru bicara Partai Aceh, tetapi sosok yang bersangkutan diduga kurang mendapat simpatik dari kader partai. Sementara Adi Laweueng sendiri kembali dicalonkan sebagai Jubir karena mendapat dukungan dari sebagian internal PA.

Nama lain yang meramaikan bursa kandidat Jubir PA adalah Halim Abe. Sosok ini merupakan mantan Jubir KPA Pase. Dia dinilai memiliki karakter yang cocok untuk mengisi posisi Jubir PA Pusat.

Calon Jubir PA lain yang relatif berusia muda adalah Murdani Abdullah. Penulis buku “Sang Kombatan” ini pernah menjabat sebagai Sekretaris Jubir PA di periode kepengurusan lalu.

Murdani diduga masuk dalam bursa kandidat juru bicara karena pernah aktif sebagai wartawan. Selain itu, sosok pemuda asal Lamnga ini juga mendapat dukungan penuh dari beberapa Komite Peralihan Aceh (KPA) wilayah, seperti KPA PA Tamiang, KPA Langkat, serta KPA Asahan dan Deli.

“Dukungan ini bisa jadi terus bertambah dari DPW. Ini karena Murdani dikenal dekat dengan seluruh pimpinan dan jajaran KPA wilayah. Meskipun begitu, penentuan siapa calon jubir PA kedepan merupakan kebijakan dari Mualem,” kata sumber internal portalsatu, di kalangan Partai Aceh