IDI – Lima imigran Rohingnya, Myanmar yang terdampar di perairan Aceh kini mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) “Dr Zubir Mahmud” di Idi, Kabupaten Aceh Timur, karena kondisinya sangat lemah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, Syahrizal Fauzi kepada wartawan di Idi, Jumat menyatakan, ke lima etnis Rohingya mendapat perawatan intensif, karena kondisinya lembah setelah terombang-ambing di laut dan kekurangan makanan.

Untuk sementara, lanjut Syahrizal, kelima imigran asal Myanmar itu dirawat di RSUD Dr. Zubir Mahmud, selanjutnya akan diproses secara administrasi oleh pihak Imigrasi Langsa.

“Penyelamatan etnis Rohingya yang dilakukan nelayan Aceh Timur adalah karena kemanusiaan, karena kelimanya terombang ambing di laut lepas dan kelaparan,” ujar Syahrizal.

Wakil Bupati Aceh Timur Syahrul Bin Syamaun bersama pejabat terkait juga menjenguk para etnis Rohingnya di rumah sakit sebagai bentuk keprihatinan pemerintah.

Kabar beberadaannya etnis Rohingya di Aceh Timur dengan cepat tersebar melalui berbagai medsos, sehingga berbondong-bondong warga melihatnya, bahkan tak sedikit memberi makanan dan pakaian sebagai bentuk prihatin sesama muslim.

Kelima warga Myanmar dengan menggunakan perahu ditemukan nelayan Aceh Timur yang terombang ambing di perairan Selat Malaka, Jumat (6/4) dinihari.

Kemudian, para imigran tersebut dibawa ke Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Idi, Kabupaten Aceh Timur.

Kelima etnis Rohingya itu adalah Mominah (20), Syamimah (15), Kamal Husein (8), M Ilyas (33) dan Mursyidik (28).

Menurut pengakuan mereka, awalnya mereka menumpang sampan berjumlah 10 orang sejak 20 hari yang lalu. Namun akibat keterbatasan logistik membuat lima temannya tidak mampu bertahan hidup di laut lepas, sehingga meninggal dunia dan terpaksa dikuburkan di laut.

Sebelum didaratkan KM Karunia King milik nelayan Aceh Timur, sampan berukuran 1×5 meter itu ditemukan terombang ambing di titik 176 mil dari PPN Idi. Untuk menyelamatkan para etnis Rohingya itu, kemudian mereka dinaikkan ke dalam KM Karunia King dan didaratkan ke PPN Idi.