LHOKSEUMAWE – Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe mencatat enam kasus penyakit menular Difteri. Satu diantaranya dinyatakan telah meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Lhokseumawe, Said Alam Zulfikar mengatakan, hingga saat ini telah ditemukan enam kasus wabah penyakit Difteri yang telah ditangani di sejumlah kecamatan.

“Sudah ada enam kasus Difteri yang kita temukan. Semuanya sudah kita tangani,” ujar kadinkes, Kamis, (1/3).

Dari jumlah kasus tersebut, tambahnya, satu pasien berusia empat tahun di Kecamatan Blang Mangat, telah meninggal dunia.

“Kita sudah berupaya memberikan tindakan medis untuk semua pasien. Tapi ada satu pasien anak akhirnya meninggal dunia,” ungkapnya.

Pihaknya menambahkan, saat ini Dinkes terus berupaya melakukan sosialisasi bahaya Difteri dan memberikan suntik vaksin pencegahan di seluruh Puskesmas dan gampong.

“Kita terus galakkan sosialisasi dan melakukan vaksinisasi di tiap layanan Puskesmas. Termasuk kita jemput bola hingga ke sekolah dan gampong-gampong,” sebut Said.

Dinkes mengharapkan peran serta masyarakat dalam mengantisipasi berkembangnya wabah Difteri.

“Masyarakat harus sadar menjaga kesehatan, terutama dalam keluarga. Jika ada ditemukan gejala Difteri agar segera melaporkan dan membawa pasien ke pusat layanan kesehatan terdekat,” harapnya.