BANDA ACEH – Sebanyak 73.012 siswa Aceh dinyatakan lulus Ujian Nasional tahun 2018. Bahkan, ribuan siswa di antaranya, terutama di kota-kota besar seperti Banda Aceh, sejak Rabu (2/5) petang kemarin selepas mereka melihat papan pengumuman kelulusan di sekolah masing-masing, terlihat berkonvoi dengan sepeda motor dan menggunakan seragam sekolah yang sebagian sudah dicat warna-warni. Rambut sebagian siswa juga dicat warna-warni menggunakan cat pilox.

Namun, di sisi lain ada 1.121 siswa kelas sembilan SMA/MA/SMK yang sudah tercatat sebagai peserta ujian nasional sesuai data Desember 2017 lalu, ternyata tak termasuk dalam daftar kelulusan tahun 2018 ini.

Sesuai daftar peserta UNBK/UNKP (ujian nasional kertas pensil) tahun 2018, jumlah peserta UN SMA/MA/SMK Aceh seluruhnya mencapai 74.133 siswa. Namun, yang lulus jumlahnya hanya 73.012 orang.

Sekretaris Panitian Ujian Nasional Aceh, Zulkarnaini mengatakan, ketidaklulusan 1.121 siswa tersebut, bukan karena mereka tidak mampu menjawab soal-soal UN yang hampir seluruhnya dilaksanakan berbasis komputer. Tapi, karena mereka tidak tuntas atau tidak mengikuti UN sama sekali.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Laisani MSi yang didampingi Ketua Panitia UN Aceh, Zulkifli MPd dan Sekretaris UN, Drs Zulkarnaini mengatakan, seluruh siswa kelas IX SMA/MA/SMK yang tuntas mengikuti ujian nasionalnya dipastikan lulus seluruhnya.

Lebih detail, Zulkarnaini mengatakan menyangkut nilai yang dicapai siswa Aceh secara umum cukup bagus. Bahkan, ada siswa yang mampu mencapai nilai 100.

Namun, tambahnya, pihaknya belum bisa mendeteksi apakah nilai-nilai maksimal itu diperoleh oleh siswa dari sekolah perkotaan atau sekolah-sekolah di pedalaman. “Kami belum melakukan treset. Yang jelas ada siswa kita yang mendapat nilai maksimal tersebut,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Ir Nova Iriansyah MT mengatakan, pendidikan Aceh ke depan akan difokuskan pada upaya peningkatan mutu, meski tidak mengabaikan fisik sekolah.

“Kita akan berusaha melengkapi kekurangan perangkat komputer untuk sekolah-sekolah, sehingga pada saatnya nanti, siswa tidak lagi harus mengantre komputer pada saat pelaksanaan ujian nasional,” kata Wagub Nova Iriansyah seusai menjadi Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Blang Padang, Banda Aceh, Rabu (2/5) kemarin.

Di samping itu, tambahnya, pihaknya meminta semua pihak agar mengontrol siswa secara ketat sehingga tidak terlibat dalam penyalahgunaan IT dan narkoba. “Penyalahgunaan IT dan narkoba saat ini sangat mengancam generasi muda,” tegasnya.

Pada puncak peringatan Hardiknas itu, Wagub Nova Iriansyah membacakan amanat tertulis Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Wakil Gubernur Aceh pada kesempatan itu juga menyerahkan Penghargaan kepada Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Aceh, Drs HM Daud Pakeh atas keberhasilan instansi tersebut melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) pada tahun 2018.

Sementara itu, Kadis Pendidikan Aceh, Laisani mengatakan pihaknya mengucapkan banyak terimakasih kepada guru yang saat ini telah mampu memacu siswa di Tanah rencong untuk bisa masuk lima besar nasional pada penerimaan calon mahasiswa baru di berbagai perguruan tinggi negeri.

Dinas Pendidikan Aceh bersama dengan semua komponennya akan terus meningkatkan mutu pendidikan sesuai program Aceh Carong yang digagas Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Wagub Aceh, Nova Iriansyah.

Peringatan Hardiknas di Blang Padang dihadiri sejumlah kepala dinas, kepala sekolah, guru, dan siswa dengan menampilkan berbagai atraksi.