Apache13, band asal Aceh kembali tampil di kota Bandung. Tak hanya tampil di satu tempat, kali ini mereka kembali untuk menghibur masyarakat di dua tempat dan acara yang berbeda, yaitu di Rumah The Panasdalam pada acara “Talkshow & Live Acoustic Perform” dan di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB pada acara Gelar Budaya Aceh (GBA) 2018. Mereka sampai di Bandung pada tanggal 10 Maret 2018.

Acara “Talkshow & Live Acoustic Perform” di Rumah The Panasdalam dilaksanakan pada hari Selasa, 13 Maret 2018 pukul 20:00 WIB. Band yang terdiri dari Nazar Shah Alam, Ikram Fahmi, Amek Barli, Dharma Putra dan Teuku Munawar itu menepati janji pada tawaran Imam Besar The Panasdalam, Pidi Baiq untuk tampil di Rumah The Panasdalam, Jl. Ambon No.8A, Bandung. Dengan segala kesiapan dan kesungguhan, mereka tampil hari itu menghibur semua penonton yang datang dari berbagai kalangan.

Acara dibuka dengan lagu “Leumoh Aneuk Muda”. Alunan lagu yang menceritakan tentang mahasiswa akhir itu membuat penonton tertawa sambil menyanyikan lagu, tak terkecuali Mariska Lubis, salah satu OCD Curator Steem. Penonton di dominasi oleh mahasiswa asal Aceh yang menempuh pendidikan di Bandung. Cuaca yang dingin tak membuat Nazar cs kaku menyanyikan lagu-lagu mereka di hadapan penonton. Suasana lampu serba kuning membuat panggung tampak klasik dan hangat. Penonton terlihat menikmati setiap lantunan lagu mereka sambil meneguk segelas kopi.

Selain menyanyikan lagu, mereka juga menceritakan profil band dan perjalanan mereka mulai dari album perdana “Bek Panik” hingga album project “Saban Sama”. Uniknya, mereka bercerita sambil bercanda dengan penonton, sangat menghibur. Setiap habis menyanyikan lagu, mereka juga menceritakan apa makna dari lagu tersebut.

Lagu yang terakhir mereka nyanyikan di setiap panggung adalah “Mona”, mengapa demikian? Mereka juga tidak mengetahui apa sebab pastinya. Namun, yang mereka tau adalah lagu “Mona” adalah lagu yang paling dinantikan setiap penonton. Tak terkecuali di Rumah The Panasdalam, mereka juga menyanyikan lagu “Mona” sebagai lagu penutup.

Setelah selesai menyanyikan lagu, juga ada kuis berhadiah VCD Album yang di monitori oleh Alayka Abdullah, salah seorang dari tamu istimewa malam itu. Diujung acara juga diramaikan dengan jamming antara The Panasdalam Bank dan Apache13. Mereka membawa lagu “Koboi Kampus” dan “Cita-citaku”. Kolaborasi mereka tak henti membuat penonton tertawa mendengar lagu yang liriknya penuh kritik dan canda itu.

Ketika lagu habis, Apache13 dan The Panasdalam mengucapkan terimakasih kepada semua yang telah hadir. Menandakan bahwa acara telah berakhir. Turun dari panggung, Nazar cs dikerumuni oleh penonton yang ingin foto bersama. Senyuman terlihat diwajah mereka, bahagia yang mereka bawa telah berhasil memunculkan senyum di wajah pemirsa.

Tak terhenti hari itu, mereka melanjutkan perform pada 18 Maret 2018, di gedung Sabuga ITB pada acara GBA 2018. Mereka telah sampai di gedung Sabuga sejak siang. Setelah melakukan check sound pada sesi gladi bersih, mereka menunggu di backstagesambil istirahat dan bermusik.

Gerbang dibuka pukul 19:00 malam. Tampak ratusan penonton mengantri untuk masuk ke dalam gedung. Acara dimulai pukul 20:00 WIB, tampak ratusan penonton duduk rapi menanti penampilan seni dari para talent yang telah dijanjikan, termasuk Apache13. Panggung yang didekorasi sebagus mungkin didukung oleh lighting dengan paduan warna yang indah memanjakan mata penonton yang menyaksikan penampilan seni. GBA 2018 juga dihadiri oleh Wali Nanggroe, Wakil Rektor ITB, Ismail Sofyan dan Abdullah Puteh.

Apache13 tampil pada pukul 20:30 WIB. Personil dengan kostum yang gagah mulai menaiki panggung , terdengar suara penonton yang bersorak gembira. Amek Barli dan Teuku Munawar mulai memetik gitar, Ikram Fahmi mulai menepuk cajon dan Dharma Putra mulai memetik bass melantunkan instrumen Bungong Jeumpa yang di aransemen ulang dan terhubung dengan lagu “Leumoh Aneuk Muda” sebagai pembuka. Nazar Shah menaiki panggung dan dalam sekejap penonton bersorak gembira membuat para personil Apache13 semangat untuk menghibur mereka.

Seusai lagu pembuka, sang vokalis mengucapkan terimakasih kepada penyelenggara yang telah mempercayakan Apache13 untuk mengisi acara dan juga kepada semua yang telah hadir pada Malam Budaya GBA 2018. Setelah berbicara sedikit, Apache13 menyanyikan lagu untuk mengenang para syuhada yang telah wafat dalam perang, yaitu lagu “Kemboja Puteh”. Alunan musik yang syahdu membuat suasana haru pada penonton.

Seusai lagu “Kemboja Puteh” semua cahaya lampu meredup, Apache13 turun panggung dan MC menyampaikan bahwa Apache13 akan melanjutkan kembali penampilan untuk penutup acara. Sembari menunggu penampilan Apache13 di penghujung acara, penonton disuguhkan berbagai penampilan seni mulai dari Drama Tsunami, Tari Saman Gayo, Musikalisasi Puisi, dll.

Di penghujung acara, Apache13 menaiki panggung, sorak gembira penonton kembali terdengar. Dengan wajah semangat beriring senyuman para personil bersiap untuk memainkan lagu kembali. Uniknya, kali ini Apache13 mengajak driver mereka untuk ikut bernyanyi satu lagu di atas panggung. Mereka membawakan lagu “Ayah” yang liriknya diganti menjadi “Aceh”. Kemudian suasana kembali menjadi ramai dan seru saat Apache13 membawa lagu “Kaleuh Kuliah”, salah satu lagu yang famous di album pertama.

Seperti dipanggung-panggung sebelumnya, lagu “Mona” menjadi andalan Apache13 untuk dijadikan penutup acara. Sorak sorai gembira penonton menyerukan lagu terdengar nyaring. Kebahagian bertabur malam itu, bisa terlihat dari penonton yang bernyanyi ria bersama mengikuti irama. Mungkin itu salah satu bentuk kerinduan mereka terhadap musik Aceh.

Dibalik semua itu, apresiasi besar terhadap penyelenggara acara. Tanpa semangat dan usaha mereka, semua ini tidak akan terjadi. Menjadi kebanggaan tersendiri bagi Apache13, bisa tampil di hadapan pemirsa semua di Bandung. Semoga sukses menyertai Apache13 dan kalian semua.