BANDA ACEH – Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman alias Haji Uma, meminta pihak Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar untuk menghentikan pungutan liar yang dilakukan oleh Asuransi Jasindo terhadap penumpang tujuan penerbangan keluar negeri.

Permintaan ini dilatarbelakangi oleh kasus yang dialami Nazaruddin, salah satu warga asal Peudada, Bireuen, penumpang pesawat Air Asia dari Banda Aceh menuju Kuala Lumpur, Malayasia.

Haji Uma menyebutkan Nazaruddin diduga menjadi korban pungutan liar karena diwajibkan membayar asuransi penerbangan/pelayaran di Jasindo Pelangi sebesar Rp50 ribu.

Sementara kewajiban bayar yang tertera pada kartu asuransi tersebut hanya sebesar Rp25 ribu, seperti tertera di dalam tiket nomor 17023481 tanggal 1 Maret 2018. Tiket ini ditandatangani oleh Sahata L Tobing, selaku Direktur PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).

“Nazaruddin sempat menolak untuk membayar lebih dari harga yang  tertera pada tiket, namun petugas Asuransi Jasindo mengancam untuk menahan paspor Nazaruddin jika tidak membayar sebesar Rp50.000,-, kejadian tersebut juga turut dialami oleh penumpang lainnya dengan tujuan keberangkatan yang sama,” kata Haji Uma.

Nazaruddin kemudian melaporkan kasus ini kepada Haji Uma selaku anggota Komite II DPD RI yang juga membidangi Perhubungan. Mendapat aduan ini, Haji Uma kemudian meminta klarifikasi pihak Bandara SIM, melalui Safety Security.

Pihak bandara membenarkan kejadian tersebut dilakukan oleh oknum Asuransi Jasindo. Kepada Haji Uma, mereka mengaku sudah menindak tegas oknum dan berterima kasih kepada masyarakat atas pengaduan ini. Menurut Haji Uma, pihak Bandara SIM juga meminta warga untuk menginformasikan kepadanya setiap pelanggaran yang dilakukan oknum petugas di bandara demi perbaikan ke depan.

“Saya telah minta pihak Bandara Sultan Iskandar Muda untuk menghentikan pungutan liar tersebut dan menindak tegas oknum pelaku, kejadian ini tidak boleh terjadi lagi kedepan, jika tidak selesai maka kami akan panggil pihak Asuransi Jasindo dan Kementerian Perhubungan RI untuk diminta penjelasan,” kata Haji Uma.

Haji Uma juga meminta pihak bandara dan asuransi untuk memberikan tanda terima yang jelas kepada penumpang jika memungut dana lebih dari kewajiban bayar. “Sehingga tidak timbul kegaduhan pengguna jasa transportasi tersebut.”