IDI – Masih ingatkah Anda sosok Din Minimi–pimpinan kelompok bersenjata di Aceh Timur?

Laki-laki yang bernama lengkap Nurdin bin Ismail itu akhirnya meletakkan senjata bersama kelompoknya setelah difasilitasi oleh Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso.

Saat itu, Din Minimi mengaku turun gunung setelah adanya kesepakatan dengan Pemerintah Pusat pada Senin 28 Desember 2015.

Namun, ternyata nasibnya kini belum membaik. Bahkan, sejumlah tuntutannya kepada Pemerintah Pusat di Jakarta belum teralisasi sampai hari ini.

“Saya mempertanyakan bagaimana komitmen Pemerintah untuk merealisasikan tuntutan kami dulu, karena sampai saat ini kesepakatan tersebut belum terealisasi, dan tidak ada kabar,” ungkap Din Minimi, Senin (19/3/2018).

Saat ini, jelas Din Minimi, ia tidak memiliki pekerjaan, bahkan anggotanya juga mencari kerja masing-masing, dan sebanyak dua orang lagi yang masih di dalam penjara.

Sambung Din Minimi, sampai saat ini semua tuntutan pihaknya dengan pemerintah pascaturun gunung akhir tahun 2015 lalu belum terealisasi, dan tidak ada kabar.

Menurut Din Minimi, ada beberapa hal yang diajukan kelompoknya kepada pemerintah sebagai syarat sebelum pihaknya turun gunung akhir tahun 2015 lalu.

Waktu itu, jelas Din Minimi, pihaknya meminta kepada pemerintah untuk merealisasikan program kesejahteraan yang layak untuk anak yatim dan inong balee korban konflik, kesejahteraan untuk mantan kombatan GAM, dan fakir miskin.

“Tapi hingga saat ini semua program itu belum direalisasikan. Karena itu, kita menagih komitmen pemerintah untuk merealisasikan janji tersebut,” ungkap Din Minimi.

Selain empat tuntutan tersebut, jelas Din Minimi, pemerintah juga berjanji akan menurunkan tim KPK ke Aceh, dan membentuk tim pengamanan Pemilu di Aceh.

“Kita tidak tahu perkembangannya, karena sampai saat ini tidak ada kabar lagi. Padahal semua tuntutan tersebut untuk kesejahteraan rakyat Aceh. Karena itu, kita harap pemerintah dapat merealisasikannya,”pinta Din Minimi.

 

@aceh tribun