ACEH BARAT – Tertangkapnya pasangan suami Istri yakni Herwin dan Eka Yanti, Warga Desa Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat selaku mucikari dalam bisnis prostitusi yang melibatkan anak-anak, pada Jumat, (16/3) Polres setempat membuat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Ramli SE, mempertanyakan kinerja Satuan Polisi Pamong Praja Dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP Dan WH).

“Untuk masalah prostitusi ini kita mempertanyakan kinerja Satpol PP dan WH serta Dinas Syariat Islam. Apa kerja mereka, selama ini anggaran daerah habis tapi terkesan tidak bekerja,” kata Ramli SE, Rabu, (21/3).

Menyikapi persoalan ini, kata dia, DPRK setempat akan segera memanggil kedua instansi tersebut untuk dievaluasi kinerjanya selama ini lantaran adanya praktik prostitusi yang terjadi di Bumi Teuku Umar itu namun tidak ada tindakan.

Bahkan Ramli menyesalkan dalam bisnis esek-esek tersebut melibatkan anak bahkan tercatat masih pelajar di salah satu SMP sebagai korban bagi para lelaki hidung belang.

“Kita juga panggil Dinas Pendidikan mempertanyakan kenapa bisa ada siswa yang terlibat dalam bisnis prostitusi. Apakah ada yang salah dengan pendidikan kita,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu Ramli memberikan apresiasi kepada Polres Aceh Barat yang berhasil membongkar binis haram itu, dan dia juga meminta kepada pihak Kepolisian agar menghukum para pelaku bisnis haram itu dengan Undang-Undang Perlindungan anak agar ada efek jera, lantaran menurutnya jika hanya hukum cambuk semata tidak akan memberikan efek jera bagi pelaku.

Dirinya ikut mendorong agar pihak Kepolisian terus membongkar praktik prostitusi di Meulaboh, karena ia yakini jika praktik ini masih banyak di Meulaboh.

 

 

Sumber : ajnn