Delegasi dari Afghanistan menggelar pertemuan dengan mantan Juru Runding Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Di sana, mereka membahas tentang pengalaman Aceh menyelesaikan konflik dengan Pemerintah Indonesia.

Pertemuan digelar di ruang rapat Potensi Daerah Kantor Gubernur Aceh di Jalan Teuku Nyak Arief, Banda Aceh, Aceh, Jumat (24/11/2017). Dari Pemerintah Aceh hadir Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Aceh, Saidan Nafi.

Sedangkan tim juru runding GAM terdiri dari Bachtiar Abdullah, Munawar Liza, Shadia Marhaban dan Teuku Hadi. Di sana, delegasi Afganistan duduk saling berhadapan dengan mantan tim juru runding GAM. Dalam pertemuan tersebut, mereka ingin mengetahui cara Aceh menyesaikan setelah 30 tahun berada di dalam konflik.

Deputy High Peace Council Afghanistan, Habiba Sarabi, mengatakan, pihaknya sengaja berkunjung ke Aceh untuk melihat pengalaman yang dialami masyarakat Tanah Rencong selama konflik. Pasalnya, terdapat banyak kesamaan antara konflik yang terjadi di Afganistan dengan yang terjadi di Bumi Serambi Mekkah.

“Kami ingin melihat apakah bisa dimanfaatkan untuk mengatasi konflik di Afghanistan,” kata Habiba kepada wartawan.

Menurutnya, konflik yang terjadi di Afghanistan sekarang sudah berlangsung selama 40 tahun. Pengalaman Aceh menyelesaikan konflik akan digunakan untuk menyelesaikan konflik di sana. Konflik GAM dengan Pemerintah Indonesia sendiri berlangsung selama 30 tahun.

Konflik yang terjadi di Afghanistan, kata Habiba, melibatkan beberapa aktor atau kelompok. Saat ini, beberapa di antaranya sudah ada yang dapat diajak berdiskusi untuk membahas perdamaian. Namun, masih ada kelompok lain yang bersikeras tidak ingin ada perdamaian.

“Mereka masih mencari jalan agar kelompok tersebut dapat diajak masuk ke dalam (proses perdamaian). Ini yang mereka ingin belajar di Aceh dari pada proses negosiasi di Aceh,” ungkap Habiba.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani meminta Indonesia menjadi mediator dalam konflik yang terjadi di negerinya. Dia menyanggupi permintaan itu.

“Presiden Afghanistan menyampaikan ke saya agar Indonesia mau berperan sebagai mediator memediasi pertikaian yang ada di Afghanistan, dan saya sampaikan bismillah saya sanggupi,” kata Jokowi saat menghadiri Munas Alim Ulama Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di Kota Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (23/11).(dtc)