Ketua Majelis Pertimbangan PBB Aceh Utara Tgk Abdul Manan menyerahkan bantuan kebutuhan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dayah Takwin Mussuqqaf Islami yang berada di Gampong Matang Bayu, Baktiya Barat

Aceh Utara – Kader Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Aceh Utara, Tgk Abdul Manan siap menjalankan perintah Ketua DPP PBB, Prof Yusril Ihza Mahendra pasca penetapan partai politik peserta Pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Sabtu (17/2/2018) pagi. Setelah partainya dinyatakan tidak memenuhi syarat (tms) sebagai peserta Pemilu oleh KPU, ahli hukum tata negara ini mengeluarkan instruksi.

Yusril meminta kepada seluruh kader di daerah untuk tetap bekerja seperti biasa dalam menggalang dukungan. Sementara untuk menguji keputusan KPU, Prof Yusril akan menggugat keputusan itu melalui Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Sesuai instruksi pusat, kami diminta untuk tetap bekerja dalam menggalang dukungan kepada masyarakat. Masalah menggugat keputusan KPU, kami yakin dan percayakan kepada pengurus pusat” tutur Tgk Abdul Manan saat mengunjungi Dayah Takwin Mussuqqaf Islami yang berada di Gampong Matang Bayu, Baktiya Barat.

Dalam kunjungan ini ketua Majelis Pertimbangan PBB Aceh Utara turut membantu kebutuhan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang akan digelar Minggu besok, di dayah yang berada persis di sisi jalan lintas Banda Aceh – Medan.

“Kunjungan ini sebagai upaya kami meminta doa dan dukungan ulama untuk perjalanan PBB di Pemilu 2019. Hal ini akan terus kami lakukan tanpa terpengaruh dengan keputusan KPU yang kali kedua menyatakan PBB tak lolos verifikasi. Kami yakin akan menjadi peserta Pemilu” kata Tgk Abdul Manan.

Pimpinan Dayah Takwin Mussuqqaf Islami, Dr Mannan M.Ed mengapresiasi perhatian dan kunjungan pengurus PBB Aceh Utara ke Dayah yang baru dua tahun didirikan itu. Di dayah ini, sekitar 130 santri dididik ilmu agama langsung oleh Dr Mannan dan 7 guru pengajar lainnya.

Dayah modern ini akan menerapkan bahasa arab dan bahasa nasional sebagai bahasa pengantar.

“Dayah ini kita cita-citakan bisa mencetak generasi Islam yang cerdas dan berkarakter. Kualitas pendidikan agama di daerah kita beberapa waktu belakangan ini terus menurun. Perkembangan pesat ilmu Islam di daerah lain, harus jadi motivasi bagi kita daerah Aceh sebagai daerah yang pernah menjadi kiblat pendidikan agama nusantara” ujar alumnus doktoral di salah satu universitas di Sudan, benua Afrika ini.