ACEH UTARA – Seorang DPO kasus narkoba berinisial SF alias Adi Codet (34), warga Kecamatan Matang Kuli, Aceh Utara, terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas oleh petugas Kepolisian karena melawan saat hendak ditangkap.

Penangkapan terhadap pelaku tindak pidana penyalahgunaan sabu ini, dilakukan Rabu (4/4) kemarin, sekira pukul 19.00 WIB, di Gampong Meunasah Teungoh, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara.

Dari penangkapan ini, polisi memperoleh barang bukti berupa 10 paket sabu seberat 2 gram, 11 paket ganja seberat 200 gram, satu unit timbangan elektrik, dua bilah pisau dan parang, dua unit telepon seluler dan sebuah gunting serta plastik paket sabu.

“Pelaku yang diamankan berjumlah 3 orang dari penangkapan ini,” ujar Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak melalui Kabid Humas, Kombes Pol Misbahul Munauwar saat dikonfirmasi Kamis (5/4).

Ketiga tersangka yakni SF alias Adi Codet (34), warga Kecamatan Matang Kuli, Aceh Utara, MI (17), Pelajar, warga Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara dan SL (28), warga Kecamatan Matang Kuli, Aceh Utara.

Kata dia, penangkapan tiga tersangka ini dilakukan atas informasi dari masyarakat setempat, yang menyebutkan keberadaan tersangka yang sudah DPO sejak lama terkait kasus sabu sebelumnya.

“Personel Sat Resnarkoba Polres Aceh Utara pun bergerak ke lokasi dan menangkap SF yang DPO bersama dua rekan lainnya,” ungkapnya.

Saat ditangkap, SF melawan dan menyerang petugas menggunakan parang. Karena mengancam keselamatan petugas, akhirnya ia pun dilumpuhkan dengan ditembak di bagian kaki kanan.

“Saat digeledah, petugas menemukan barang bukti ganja dan sabu di sebuah rumah yang ditempati tersangka. Saat ini masih dikembangkan Sat Resnarkoba Polres Aceh Utara,” pungkasnya.