Banda Aceh – Anggota Banggar DPRA Nurzahri mengatakan bahwa pihaknya di dewan sudah menolak dana aspirasi dan tidak mau lagi bicara terkait aspirasi dalam pemabahasan R-APBA 2018.“Kita sudah tolak itu (aspirasi) dan kita tidak mau lagi. Mau dikali sepuluh kali lipat juga tidak mau lagi,” ujarnya saat ditanyai aceHTrend, Jumat (16/2/2018) melalui telpon seluler.

Menurut Nurzahri, mereka saat ini hanya menginginkan pembahasan anggaran berjalan normal sesuai aturan, untuk itu mereka di Banggar telah sepakat untuk tidak lagi memasukkan kegiatan-kegiatan yang menurut Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) itu tidak sesuai dengan prosedur.

“Kita persilakan TAPA menyiapkan program-program yang sesuai prosedur apapun itu. Kami akan memeriksa program-program itu dan jika tidak sesuai prosedur pasti kami coret,” tegasnya.

Sikap tegas itu menurut Nurzahri sesuai dengan SOP yang pernah dikeluarkan secara sepihak oleh TAPA beberapa waktu lalu, maka mereka menggunakan SOP tersebut untuk menganalisis dokumen-dokumen anggaran yang diajukan TAPA ke Banggar, apakah sesuai seperti yang di SOP tersebut bahwa setiap program yang diajukan harus masuk melalui Musrenbang.

Namun, kata Nurzahri, saat pihaknya meminta dokumen Musrenbang dan Rencana Kerja Pemerintah Aceh (RKPA) ditemukan hampir setengah program kegiatan yang diusulkan TAPA tidak dilengkapi dokumen yang lengkap.

“Karena komitmennya pembahasan harus clean to clean maka setiap usulan yang menyalahi aturan tetap tidak kita setujui,” katanya