LHOKSEUMAWE – Polisi menyita sebanyak 76 botol minuman keras (miras) dari hasil penggeledahan sebuah rumah di Jalan Pelabuhan, Lorong Pardede Desa Kampung Jawa Baru, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Jumat, 27 April 2018, sekitar pukul 18.00 WIB.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan, S.Ik., melalui Kabag Ops Kompol Ahzan mengatakan, berdasarkan informasi dari masyarakat, di kawasan itu sering terjadi jual beli minuman keras.

“Anggota Satres Narkoba bersama anggota Denpom langsung bergerak ke TKP untuk melakukan penggeledahan, dan berhasil ditangkap satu tersangka berinisial DBN (56) yang berperan menyimpan, menjual dan membeli miras tersebut,” kata Ahzan didampingi Kasatres Narkoba Iptu Zeska Julian Taruna, dalam konferensi pers di mapolres setempat, Senin, 30 April 2018.

Ahzan menambahkan, selain menangkap tersangka DBN, pihaknya menyita barang bukti berupa 16 botol minuman keras merk sea horse’s mengandung kadar alkohol 19,8 persen. Hasil pengembangan pemeriksaan, kata dia, polisi kemudian menangkap tersangka berinisial AS (58), dan mengamankan barang bukti 45 botol minuman keras merk colombus yang mengandung alkohol 20 persen, dan 15 botol miras merk sea horse’s.

“Barang (miras) ini dipesan dari Medan, Sumatera Utara melalui jasa pengiriman oleh tersangka DBN untuk dipasarkan di wilayah Kota Lhokseumawe. Mereka melakukan bisnis itu kurang lebih sudah satu tahun. Sedangkan untuk harga eceran per botol miras itu berkisar Rp33 ribu, tetapi kalau di Lhokseumawe bisa mencapai Rp90 ribu per botol,” ungkap Ahzan.

Menurut Ahzan, kedua tersangka dikenakan pasal 16 ayat (1) Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukuman Jinayat.