The Oseberg A offshore gas platform operated by Statoil ASA stands in the Oseberg North Sea oil field 140kms from Bergen, Norway, on Friday, Jan. 17, 2014. Statoil, Norway's biggest energy company, sees the potential to keep domestic oil and gas output at today's levels until 2025 and possibly beyond even as it tightens spending amid rising costs. Photographer: Kristian Helgesen/Bloomberg

Banda Aceh – Perusahaan Generation Resource Discoveries (GRD) asal Dubai yang bergerak di bidang survei geofisika dan eksplorasi minyak dan gas bumi akan berinvestasi di Aceh.

Pada tahap awal perusahaan ini direncanakan akan mengucurkan tiga puluh juta dolar untuk melakukan survei pemetaan potensi Minyak dan gas di provinsi Aceh.

Hal ini disampaikan Direktur Pembangunan Regional GRD Raja Muhammad Iqbal dalam Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk sosialisasi dalam tahapan pelaksanaan investasi di Aceh.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh Iskandar menyampaikan Sosialisasi ini penting dilaksanakan perusahaan yang akan berinvestasi di Aceh agar semua pihak paham dengan program kerja yang akan dilakukan oleh GRD.

“Dampak dari pelaksanaan investasi ini kita harapkan mampu menjadi momentum bagi kebangkitan perekonomian Aceh di sektor migas dan mengembalikan Aceh sebagai salah satu pusat industri migas di Indonesia,” kata Iskandar dalam sambutannya mewakili Gubernur Aceh di Hotel Hermes Palace, Senin ( 9/4/2018).

Iskandar menambahkan seiring dengan menurunnya cadangan migas dunia serta meningkatnya pertumbuhan ekonomi nasional, pemerintah dalam hal ini akan memberikan perhatian serius bagi para pekerjasama dalam melakukan kegiatan Survei tersebut.

Menurutnya kebijakan ini selaras dengan program Pemeritah Aceh di bidang energi atau ‘Aceh Energi’, di mana Pemerintah Aceh berkomitmen untuk mewujudkan Aceh yang mandiri dan berdaulat dalam pengelolaan hasil kekayaan migas.

“Salah satunya dengan memperkuat eksistensi Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) sebagai perwujudan amanat yang telah ditetapkan oleh hukum,” ujarnya

Iskandar menambahkan bagi pengusaha yang ingin berinvestasi di sektor ini terutama di segmen industri hulu migas pemerintah akan memberikan berbagai kemudahan dan insentif telah direncanakan oleh pemerintah baik itu berupa tax holiday, bebas bea masuk dan pengurangan pajak.

Dia berharap dengan beberapa insentif tersebut akan dapat menggairahkan investasi di sektor ini. Disamping itu, pemerintah juga berkomitmen untuk meningkatkan ease of doing business di semua sektor usaha dengan memberlakukan sistem perizinan online dan terpadu.

Dalam hal ini kata dia Aceh juga merupakan daerah yang diberikan kewenangan khusus untuk mengelola sumber daya alam Migas, yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2015 Tentang Pengelolaan Bersama Sumber Daya Alam Minyak Dan Gas Bumi Di Aceh.

“Ini nantinya juga akan dapat menunjang penyiapan wilayah kerja baik di darat maupun di laut untuk kegiatan survei yang akan dilakukan oleh pihak perusahaan nantinya,” tutur Iskandar