PIDIE – Kuasiawati (45) warga Gampong Baro, Pidie, seorang penjual minuman keras tetap menjalani eksekusi cambuk di depan umum, Kamis (31/5/2018).

Eksekusi dilaksanakan di halaman Masjid Gampong Baro, Pidie.

Kuasiawati dieksekusi setelah keluarnya keputusan Pengadilan Mahkamah Syariah (MS) Negeri Sigli.

Dia diwajibkan menjalani 40 kali cambukan di depan umum, sesuai salinan putusan bernomor 0003/JN/2018/MS.Sgi.

Dalam putusan tersebut juga disebutkan terdakwa terbukti dengan sengaja menjual beli minuman keras (Miras).

“Kita menjalankan putusan MS, yaitu 40 kali cambuk di depan umum, dikurangi masa tahanan 45 hari atau dua kali cambuk,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pidie, Muhammad Abdul kepada wartawan.

Kepala Satpol PP dan WH, Pidie, Iskandar mengatakan pihaknya masih menjalankan qanun Aceh terkait lokasi pelaksaan ukubat cambuk bagi pelanggar syariat Islam di Pidie.

Namun, dalam acara cambuk yang dilaksanakan di halaman masjid tersebut, pihaknya melarang anak-anak di bawah umur 18 tahun untuk menyaksikan prosesi cambuk.

“Kita sudah sterilkan lokasi dari anak-anak,” kata Iskandar.

Sumber : beritakini.co