LHOKSEUMAWE – Front Pembela Islam (FPI) Aceh mendesak aparat penegak hukum dan pihak Kepolisian menangkap dan menjebloskan Sukmawati ke penjara terkait penghinaan terhadap cadar dan kumandang azan melalui puisi Ibu Indonesia yang dia bacakan pada acara Indonesia Fashion Week beberapa waktu lalu.

Hal itu disampaikan pada aksi damai yang dilaksanakan di halaman Masjid Islamic Centre Kota Lhokseumawe, Senin (9/4).

“Jika pihak Kepolisian dan aparat penegak hukum tidak segera menangkap Sukmawati, kita akan melakukan aksi demi aksi selanjutnya,” kata Ketua FPI Aceh, Tengku Muslim Atthahiri.

Ia menambahkan, dalam hal penghinaan agama tidak ada kata maaf, pasalnya yang dihina tersebut bukanlah diri pribadi akan tetapi agama dan syariat Islam. Sehingga tidak pantas diberikan kata maaf kepada Sukmawati dan harus tetap ditangkap serta dijebloskan ke penjara karena telah mengina cadar dan azan.

“Kita tidak tahu kenapa dia berani menghina syariat Islam, sehingga timbul pertanyaan dia Islam atau bukan, atau malah tidak memiliki an mempercayai agama,” ungkapnya.

Tengku Muslim menambahkan, terkait pekerja seks komersial (PSK) online pihaknya juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk kembali menangkapnya. Apabila dalam tiga hari tidak dilakukan penangkapan, maka akan dilakukan aksi besar-besaran di pusat kota Banda Aceh.

“PSK online wajib ditangkap, apa alasan mereka melepaskannya. Apakah takut ketahuan kalau ada pejabat yang bermain dibelakangnya. Jika tidak ditangkap, maka kami dari FPI Aceh, akan menggrebek semua tempat yang diduga dijadikan tempat perzinahan,” imbuhnya.

Pantauan, selain melakukan orasi di halaman Masjid Islamic Centre, seratusan anggota FPI yang tergabung dari Bireun, Aceh Timur, Aceh Utara dan Lhokseumawe itu juga melakukan pawai dari halaman Masjid hingga Cunda Lhokseumawe, dan turut di kawal oleh jajaran Kepolisian Polres Lhokseumawe.