Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengajak komunitas peduli kebencanaan untuk berperan dalam mengantisipasi beredarnya informasi bohong atau hoax di tengah masyarakat. Kondisi tersebut dinilai kerap terjadi di tengah masyarakat sehingga menimbulkan keresahan.

“Forum Pengurangan Resiko Bencana (PRB) harus mampu mengolah aksi tentang kebencanaan, agar tidak ada informasi bohong yang menimbulkan keresahaan di masyarakat,” pesan Irwandi Yusuf dalam sambutan dibacakan Asisten Pemerintahan Aceh, Iskandar A Gani saat melantik Pengurus FRB priode 2017-2022 di Anjong Mon Mata Banda Aceh, Senin (20/11).

Untuk itu lanjut Irwandi, Forum FRB harus aktif bekerja dan berkordinasi dengan pemerintah daerah serta lembaga terkait, agar langkah penanggulangan bencana dapat dijalankan secara masif. Semangat untuk membangun kesadaran dan wawasan serta kemampuan masyarakat di bidang kebencanaan harus dilakukan secara bersama dan melibatkan seluruh komponen.

“Forum ini harus menjadi ajang tukar-menukar informasi antara intansi sehingga komunikasi dan kordinasi diantara pemerintah dan antar komunitas masyarakat peduli bencana terjalin dengan baik. Jaringan komunitas masyarakat juga harus diperkuat untuk membantu pelaksanaan rencana aksi dan untuk peningkatan kapasita,” kata Irwandi.

Irwandi juga berpesan, FRB harus aktif melaksanakan kampanye gerakan peduli bencana dengan berbagai cara, baik pendidikan di sekolah, maupun kampanye out door, sebagaimana Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) pemerintah Aceh.

Kondisi tersebut kata Irwandi, sesuai kondisi Aceh sebagai daerah rawan bencana, namun jumlah komunitas masyarakat yang peduli bencana masih sangat terbatas.

“Berbagai penelitian ahli baik internasional maupun nasional mengakui jika Aceh merupakan salah satu daerah yang rawan bencana termasuk kasus pembakaran atau pembalakan. Perlu peran aktif komunitas FPRB membangun kesadaran di masyarakat karena dibanding dengan jumlah kecamatan di Aceh sebanyak 243 tentu tidak sebanding dengan jumlah komunitas yang hanya 100 komunitas masyarakat,” kata Irwandi.

Dia berharap FRB juga terus meningkatkan jumlah komunitas yang tergabung dalam Forum PRB sehingga pemerintah mudah menjalankan program-program pendidikan kebencanaan. Pertemuan-pertemuan secara priodik dinilai perlu dilakukan pengurus yang baru dilantik untuk memperkuat semangat kebersamaan.
“Selamat bekerja kepada pengurus yang baru,” ujar Irwandi.

Sementara itu dalam sambutannya Ketua Forum PRB Aceh priode 2017-2022 Nasir Nurdin mengatakan telah memiliki sejumlah program untuk memperkuat kapasitas serta kemandirian ditengah masyarakat terkait kebencanaan. Dengan susunan pengurus FPRB yang diisi oleh orang-orang berusia muda, Nasir optimis program tersebut dapat dijalankan.

“Dapat kami laporkan juga bahwa susunan pengurus FPRB ini diisi oleh anak-anak muda dengan komposisi 70 persen. Mereka merupakan potensi untuk melakukan tugas-tugas dan merupakan relawan sejati yang berpengalaman dan kemampuan yang tidak diragukan lagi. Besok kami mulai melakukan rapat kerja dan berharap kerjasama dan dukungan dari semua pihak sehingga pengetahuan tentang mitigasi bencana terus meningkat ditengah masyarakat Aceh,”pungkas Nasir Nurdin.

Pelantikan yang mengusung tema “Kerja Bersinergi Menuju Aceh Teuga dan Tangguh Bencana” itu, dihadiri beberapa kepala SKPA dan SKPD Aceh Besar. Turut Hadir Mantan Walikota Banda Aceh Illiza Saadudin Jamal, Kepala Ombusman Aceh, Taqwaddin serta sejumlah komunitas peduli bencana. (ajnn).