Proses persidangan uji materi terhadap undang-undang Pemilu terkait pencabutan 2 pasal UU Pemerintahan Aceh di Mahkamah Konsitusi (MK) hampir memasuki tahap putusan. Kini sidang tersebut sudah memasuki tahap ke-7.

Hal tersebut Diungkapkan Kamaruddin, SH de Sela-sela Pada saat memenuhi undangan silaturrahmi dengan Perwakilan Masyarakat dari 27 Kecamatan di Kabupaten Aceh Utara Yang Juga Turut Di Hadiri Sebagian Anggota KPA/PA, Jum,at (24/11) di Desa Blang Adoe Kecamatan Kuta Makmur Aceh Utara.

Menurutnya, Proses persidangan sudah memasuki tahap terakhir, artinya hanya dua kali persidangan lagi sudah putusan “, Sidang ke 7 telah kita lalui, tanggal 29 November mendatang kini akan masuki tahap 8, dengan agenda sidang mendengarkan keterangan tambahan dari pemerintah dan DPRA, mendengarkan keterangan saksi dan keterangan ahli”, Jelasnya.

Pihaknya merasa optimis, jika akan memenangkan gugatan tersebut, karena itu dirinya menaruh harapan ke MK agar dapat memutuskan perkara ini sesuai UUPA dan MoU Helsinki”, Pinta Kamaruddin seraya memohon doa dan dukungan masyarkat Aceh.

Dalam Silaturrahmi yang dihadiri ratusan warga ini turut diisi dialog bertemakan “, Politik Kebijakan dan Kesejahteraan”,.Dalam kesempatan itu, dirinya juga mengatakan, Politik adalah kerja keras, politik adalah alat yang harus di pergunakan sebagai gerakan perjuangan mewujudkan kesejehteraan rakyat.

Menurutnya, politik yang benar adalah politik yang bisa memajukan Aceh, dan mensejahterakan masyarakat, bukan hanya memcari nama agar tetap eksis di panggung, tetapi rakyat terus dililit penderitaan dan kemisminan”, UUPA ada adalah untuk perdamaian dan Kesejahteraan rakyat, dalam UUPA ada banyak hak-hak kesejehteraan rakyat Di dalamnya. Karena itu saya memilih jalur parlemen agar bisa memperjuangkan semua itu”, Ujarnya.

Seperti diketahui, Kamaruddin selain menjadi pengacara yang membela UUPA di MK, dirinya juga tercatat sebagai Ketua DPW PSI Propinsi Aceh.Saat ini, dirinya juga telah mendaftar sebagai Caleg untuk DPR RI dari Dapil Aceh II yang meliputi Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, Bener Meriah dan Aceh Tengah.(rel)