Sabang – Harga jual komuditi pinang di kota Sabang tergolong sangat murah, bahkan se- Sumatera, yang berkisar antara Rp. 6000,- hingga Rp. 8000,- perkilo keringnya.

Keadaan ini membuat para petani, Enggan menanam hasil kebun jenis palma ini. Bahkan sebagian petani tak lagi mengurusi pohon pinang yang ada.

Seperti yang diungkapkan Amir, Salah seorang petani aktif di kota Sabang, yang juga memiliki banyak pohon pinang. Menurutnya, dengan harga yang sangat murah, tidak sesuai dengan pekerjaan yang harus dilakukan.

“Kalau murah gini gak sesuai. Harga paling mahal delapan ribu. Ini Bukan masalah petik dan jemur, itu mudah. Tapi pas sudah kering kan harus dikupas. Nah di situ pekerjaan yang banyak buang waktu kami” terang Amir, Selasa (20/03/18).

Tak hanya itu, pohon pinang yang berukuran besar kata Amir tidak sedikit yang ditebang. Sementara kulit keras pohon pinang yang dikenal dengan amik, dimanfaatkan sebagai lantai bahkan dinding pondok atau kandang ternak.

“Pohon yang tua itu ada manfaat juga. Kami potong, terus amiknya kami pake untuk lantai pondok. Bisa juga kita pake untuk diding kandang kambing. Buahnya kalau lagi mau kami pilih, kalau gak yaudah berserak disitu”.

Sementara menurut data yang dilangsir dari situs hargabarangterbaru.top per 1 maret 2018, harga pinang kering untuk kawasan Aceh, berkisar antara Rp.9.000- Rp.11.000, sedangkan area Sumatera Utara, Sumatera Barat, Pekan Baru dan Lampung berkisar antara Rp.9.800- Rp.14.150, serta Jambi Rp.9.445- Rp.13.650. Untuk itu dapat di pastikan, harga jual pinang di Sabang termurah di Sumatera.

 

 

Sumber : rri