Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh mengingatkan, sejumlah daerah mewaspadai hujan petir di bagian barat dan selatan provinsi paling ujung sumatera itu.

“Waspada hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir, dan angin kencang di barat-selatan,” terang Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Aceh, Zakaria di Aceh Besar, Jumat.

Analisa pihaknya, lanjut dia, wilayah Aceh bagian Barat dan Selatan dalam sepekan terakhir, sedang mengalami peningkatan curah hujan yang berlangsung hingga akhir pekan ini.

Disamping itu, wilayah ini dikenal sebagai daerah non zom atau daerah tidak kenal musim baik hujan maupun kemarau karena setiap bulan selalui terjadi hujan dan panas.

Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Rabu, (21/3), melaporkan, akibat hujan deras menguyur Kabupaten Aceh Selatan telah merendam 1.386 rumah warga di empat kecamatan.

Terdapat sedikitnya tujuh jembatan penghubung mengalami rusak, tanggul jebol, badan jalan tertimbun longsor, dan lebih 4.350 kepala keluarga menjadi korban terdampak banjir.

“Mereka yang tinggal seperti di Aceh Selatan, Subulussalam, Aceh Singkil, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, dan Simeulue, kita minta untuk waspada bila turun hujan,” ucap Zakaria.

Koordinator Basarnas Pos SAR Meulaboh, Dwi Hetno telah menerjumkan tim untuk membantu penanganan dan evakuasi korban banjir melanda di Aceh Selatan, Selasa, (20/3) sore.

“Tadi malam (Selasa) delapan anggota SAR sudah dikerahkan ke Aceh Selatan, setelah kita menerima laporan ada satu desa yang masyarakatnya terisolir akibat banjir,” kata dia.

Terdapat 10 kecamatan di Aceh Selatan terendam banjir setinggi 30 centimeter hingga satu meter diantaranya seperti di Meukek, Samadua, Tapaktuan, Pasie Raja, Sawang dan Kluet Timur.