Atun dan anaknya harus bertahan hidup di Kota Bogor dengan berjualan minuman kemasan.

Ibu dan anak asal Aceh ini tiba di Kota Bogor sejak Oktober 2017 dengan maksud untuk bertemu Presiden RI, Jokowi.

Namun hingga kini mereka belum bisa bertemu orang nomor satu di Indonesia itu.

Meski banyak yang mencibirnya, Atun tidak pernah sakit hati ataupun marah.

Karena menurutnya berjualan merupakan sesuatu yang baik daripada dirinya harus mengemis.

“Ada aja yang bilang katanya saya modus cuma pengen dikasihani, tapi saya kan enggak minta-minta saya juga jualan air ini hanya beberapa botol saja, hanya untuk makan saja, saya enggak mau sampai ngemis,” ucapnya.

Atun pun menceritakan selama dia berada di Kota Bogor Ia tidur di kawasan dekat Rumah Sakit Salak.

Namun untuk mandi biasanya sang anak mandi di aliran sungai yang berada di kawasan Sempur.

“Kalau saya numpang di rumah sakit salak mandinya, kalau anak saya di sungai, karena kan tidak mungkin kalau saya mandi di sungai, makanya saya sering numpang,” ujarnya.

Sebelum turun ke jalan untuk menjual minuman ringan, menurut pengakuannya Atun pernah mendatangi Kantor Balaikota Bogor untuk difasilitasi bertemu dengan Presiden.

Namun rupanya Ia pun diarahkan ke Dinas Soial Kota Bogor.

“Saya datang ke Balaikota tapi tidak mendapat jawaban apapun malah diarahkan ke Dinas Sosial dan di Dinas Sosial saya mau difasilitasi untuk kembali ke Aceh, tapi saya menolak, saya minta kepastian dan jawaban apakah Presiden mau menemui saya atau tidak,” ucapnya.

Hingga kini Atun pun masih terus berupaya agar Presiden Jokowi bisa menemuinya.

Ia pun tidak bisa memastikan sampai kapan berada di Kota Bogor.