SG – Sejumlah tokoh masyarakat, ulama, pimpinan partai politik hingga pimpinan DPR yang sebagian berseberangan dengan pemerintahan Jokowi datang ke Istana saat mendapatkan undangan orang nomor satu di Indonesia tersebut.

Namun hal itu tak berlaku bagi tokoh reformasi Amien Rais yang sekaligus pendiri Partai Amanat Nasional. Mantan Ketua PP Muhammadiyah tersebut tak bersedia bertemu dengan Jokowi jika pertemuan berlangsung di Istana dengan alasan tidak ingin dicurigai mendapatkan sesuatu setelah bertemu dengan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Atas keinginan Amien Rais agar presiden bertemu di rumahnya, itu pun mendapatkan tanggapan beragam dari partai, politisi hingga elemen masyarakat.

Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Daerah Istimewa Yogyakarta menilai keinginan Amien untuk mensyarakatkan Presiden Jokowi datang ke rumahnya jika ingin bertemu itu mencerminkan watak kesombongan dan keangkuhan yang bertentangan dengan nilai-nilai ke-Indonesiaan yang penuh sopan santun, tata krama dan budi pekerti luhur.

“Kalau ada niat baik, silaturahmi bisa dilakukan dimana saja. Mana ada orang kok minta orang lain sowan kepadanya? Sombong banget,” kata Eko Suwanto Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DIY, Kamis 31 Mei 2018.

Ketua Komisi A DPRD DIY menyatakan rakyat tidak suka dengan kepalsuan dan kemunafikan. Kader PAN menjadi menteri, tapi pada saat yang sama Amien Rais menyerang presiden.

“Ini tindakan munafik. Kader PAN jadi pembantu Presiden di kabinet, seharusnya PAN mendukung pemerintah. Bukan malah kayak Amien Rais yang tanpa rasa malu menyerang pemerintah. Jangan genitlah,” ujarnya.

Politisi Muda PDI Perjuangan ini justru berharap Amien Rais membuka mata dan telinga dalam hal komunikasi politik, ajang silaturahmi yang selama ini dibangun oleh Presiden Joko Widodo dengan mengundang beragam tokoh, perwakilan kelompok masyarakat, pakar, akademisi ke Istana Negara cukup positif.

Presiden Jokowi juga rajin bersilaturahmi mendatangi tokoh-tokoh bangsa serta menemui rakyat, merangkul dan mendengarkan amanat penderitaan rakyat. Rakyat bisa selfi dan bahkan guyon dengan Presiden Jokowi.

“Lihat saja bagaimana Presiden bercanda dengan anak anak yang dapat hadiah sepeda setelah menjawab pertanyaan dalam berbagai acara. Akrab dan kadang juga lucu. Menggambarkan kedekatan Presiden Jokowi dengan rakyat,” katanya.

Melalui komunikasi yang intens, yang mudah diakses publik itu, pemerintah bisa menjelaskan program dan sekaligus mendengarkan kritik dari rakyat secara langsung.

“Silaturahmi itu baik, bisa jadi ajang komunikasi politik langsung dengan rakyat,” katanya.

Sumber: viva.co.id