BANDA ACEH – Panitia Pelaksana UN Aceh mengeluarkan Edaran Bersama Pelaksanaan Ujian Nasional Sekolah dibawah Dinas Pendidikan Aceh dan Kanwil Kemenag Aceh Tahun Pelajaran 2017/2018. Pada poin pertama surat edaran ini berbunyi mengenai waktu pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tingkat SMA sederajat dijadwalkan pada 19 April sampai dengan 25 April 2018.

Kepala Sekolah SMAN 2 Banda Aceh, Syarwan Joni mengatakan pihaknya belum menerima salinan surat tersebut, akan tetapi sudah mengetahui isi surat tersebut melalui pesan Whatsaap.

“Biasa lebih dulu kita terima (surat) dalam bentuk elektronik, seperti WA. Jadi surat itu ada,” katanya, Senin (5/3).

Dia mengungkapkan pelaksanaan waktu ujian yang ditentukan oleh Panitia tersebut tidak bertentangan secara aturan, karena dalam Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (POS USBN) Tahun Pelajaran 2017/2018 memperbolehkan hal tersebut.

“Secara hukum itu tidak bertentangan dengan peraturan, karena dalam POS menyebutkan tanggal 19 maret sampai dengan 28 April merupakan ring waktu pelaksanaan USBN,” ungkap Syarwan.

Ia juga mengatakan saat ini pembuatan soal USBN dibuat oleh pihak sekolah, berbeda dengan tahun lalu. Butuh waktu bagi pihak sekolah dalam melakukan penyusunan soal ini seperti mempersiapkan indikator soal, kisi-kisi dan terakhir diverifikasi dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

“Dulu waktu pelaksanaan ujian ditetapkan langsung, sehingga kemudian terjadi fenomena seperti serapan kurikulum yang belum tercapai sementara sudah diujiankan,” ujarnya.

Syarwan juga mengatakan, masih sama dengan tahun sebelumnya kelulusan siswa ditentukan oleh pihak sekolah. Hanya saja soal dibuat oleh masing-masing sekolah, sehingga nanti soal antara satu sekolah dengan sekolah lainnya tidak akan sama.

“Kelulusan sekarang tidak semata-mata dipengaruhi oleh UN, kelulusan saat ini sepenuhnya menjadi tanggungjawab sekolah,” jelasnya.

“Kalau kita bicara dengan hal yang berbenturan berkaitan dengan masa depan anak, hal-hal yang khusus artinya tidak semua anak mengikuti seleksi seperti IPDN, STAN dan lain sebagainya. Mungkin itu akan kita bicarakan lagi untuk menemukan kebijakan dan sosulinya,” tambahnya.