PIDIE – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie memintai keterangan terhadap Kepala Dinas Parawisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) terkait pengadaan tanah untuk sarana dan prasarana olahraga.

“Benar tidak siang kami telah memintai keterangan dari Kepala Disparbudpora Pidie, Arifin dalam bentuk klarifikasi atas laporan masyarakat terkait pengadaan tanah untuk lapangan bola kaki,” kata Kepala Kejari Pidie Efendi SH, Selasa (6/3).

Disebutkan, ada tiga titik lokasi pengadaan tanah untuk lapangan bola kaki yaitu di Kecamatan Indrajaya, Mutiara dan Glumpang Tiga. Anggaran pengadaan tanah tersebut bersumber dari otonomi khusus (Otsus) tahun anggaran 2016 dan 2017 dengan nilai anggaran sebesar Rp 6.3 miliar.

“Pada proyek pengadaan tanah itu, ada dugaan penyalahgunan pengelolaan dana yang menguntungkan bagi pihak-pihak lain dengan cara menaikan harga atau mark-up,” ujarnya.

Selain Kadisparbudpora, lanjut Efendi, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) juga telah memintai keterangan dari pihak dinas keuangan setempat bahkan termasuk pemilik tanah, camat, mukim dan imum.

“Mereka baru sebatas dimintai keterangan klarifikasi saja. Jadi belum ada status apapun,” kata Efendi.

Sejauh ini, papar Efendi, kasus dugaan penggunaan dana yang menguntungkan bagi pihak-pihak lain dalam kegiatan pengadaan tanah masih terus dilakukan penyelidikan.