SINGKIL – Speedboat bermuatan sembako karam di antara Pulau Baguk-Pulau Panjang, Kepulaan Banyak, Aceh Singkil, Selasa (20/3) petang. Speedboat tersebut dalam perjalanan pulang dari Pulau Balai, ibu kota Pulau Banyak ke Ujung Sialit, Pulau Banyak Barat.

Di dalam speedboat tersebut terdapat dua warga, yaitu Ama Yuyu dan Seki. Keduanya merupakan warga Ujung Sialit. “Korban dan speedboat berhasil diselamatkan tim gabungan, sementara sembako yang dibawanya tenggelam,” kata Antarudin, Panglima Laot Pulau Banyak.

Musibah itu terjadi ketika speedboat menuju Pulau Balai, tiba-tiba dihadang badai besar. Awalnya korban tidak menyangka, sebab kawasan tersebut masih berada di antara pulau.

Mengetahui angin dan ombak besar datang, pengemudi speedboat berusaha kembali ke Pulau Balai. Nahas, saat memutar gulungan ombak besar datang hingga menenggelamkan speedboat.

“Di tengah perjalanan datang angin kencang dan ombak besar, merasa tidak bisa melanjutkan perjalanan speed boat putar haluan. Saat memutar dihantam ombak hingga karam,” jelas Antarudin.

Badai petir yang melanda wilayah Aceh Singkil, kemarin, juga menyebabkan feri dari Pelabuhan Singkil tujuan Pulau Banyak, gagal berlayar. Kapal jenis ro-ro itu sudah coba berlayar. Namun kembali ‘balik kanan’ akibat hadangan ombak besar disertai angin kencang, hujan, dan sambaran petir.

“Kapal feri tujuan Pulau Banyak, sudah berlayar. Tapi di sekitar Berok, kembali lagi karena cuaca. Besok (hari ini-red) sekitar pukul 09.00 WIB rencananya akan ke Pulau Banyak, mudah-mudahan cuaca baik,” kata Kadis Perhubungan Aceh Singkil, Edi Hartono BA, kemarin.

Badai yang melanda perairan Aceh Singkil juga menjebak rombongan Asisten I Mohd Ichsan, Kadis Kominfo Ahmad Rivai.

Rombongan yang hendak kembali ke Singkil dari Pulau Banyak harus putar haluan. Setelah berkutat dengan ombak besar, rombongan akhirnya berhasil berlindung di Pulau Palambak.

 

 

Sumber : aceh tribun