Kisruh Partai Aceh dengan Partai Sira berdamai di Kantor Panwaslu Aceh Utara

ACEH UTARA – Kisruh dua partai lokal Aceh,  partai Sira dan Partai Aceh berakhir damai di Kantor Panwaslu Aceh Utara. Prosesi perdamaian dihadiri langsung kedua belah pihak. Rabu 21 Maret 2018.

Proses perdamaian berlangsung diruangan kerja ketua Panwaslu Aceh Utara. Dalam perundingan tersebut kedua pengurus partai mengambil sikap untuk diselesaikan  secara damai, disaksikan langsung pengurus partai kadua belah pihak dan juga anggota sekretariat panwaslu.

Ketua Partai SIRA Aceh Utara Muslim Syamsuddin ST menyebutkan, sangketa yang sudah berlangsung hampir dua pekan itu disebabkan oleh keberadaan kantor Bapillu partai SIRA di kecamatan Samudra Kabupaten Aceh Utara yang sempat menuai protes dari Partai Aceh dan melaporkannya ke panwaslu Kabupaten Aceh Utara.

“Alhamdulillah hari ini setelah kita duduk bersama dan kita musyawarakan kami sama-sama mengambil sikap untuk saling berdamai,” ucapnya

Lanjutnya, setelah kami duduk bersama antara pengurus partai Sira dan partai Aceh, dimusyawarahkan, kami mengambil sikap untuk berdamai, karena berdamai itu lebih mulia dalam menyelesaian satu sengketa dan permasalahan.

Muslim menambahkan, Partai Aceh dan Partai Sira merupakan partai pelaku sejarah, bukan partai penikmat sejarah, dari itu mengambil sikap untuk berdamai lebih baik untuk menciptakan peradaban politik yang bernilai positif bagi Aceh, dan demi mewujudkan kondisi aman dan kondusif pada pemilu serentak yang akan berlangsung pada tahun 2019 nanti.

“Partai Sira berharap semua permasalahan pemilu yang terjadi nanti, bisa terselesaikan secara musyarah. Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) aja bisa di selesaikan secara damai dalam satu perundingan, apa lagi permasalahan partai politik, yang pengurusnya masih satu suku, kenapa tidak bisa diselesaikan,” Ucap Muslim dengan nada tanya.

Kemudian dirinya mengatakan, perundingan yang menghasilkan kesepakatan damai yang telah di laksanakan hari ini, merupakan hasil yang sangat positif, tidak ada yang merasa di rugikan dan tidak ada yang di untungkan, namun ini salah satu upaya untuk mengajarkan nilai-nilai politik yang beretika serta Islami, kepada seluruh kader, simpatisan partai, dan masyarakat.

 

Reporter : Hasanuddin