BANDA ACEH – Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa 15 saksi, terkait korupsi proyek pembangunan dermaga Sabang di Sabang, dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2004-2010. Pemeriksaan itu dipusatkan di Mapolda Aceh, Rabu, (4/4/18).

“Capek Bang, ini baru saja selesai diperiksa. Tadi pagi sudah diperiksa 15 orang dari PT. Tuah Sejati dan dari Nandya Karya, sekarang sedang diperiksa dua orang lagi,” kata seorang Consultant yang telah diperiksa.

Dia tidak mau memaparkan panjang lebar materi pemeriksaan. “Yang jelas besok ada lagi semuanya diperiksa di sini (Mapolda) Aceh,” ujar sumber tadi yang tidak mau disebutkan namanya, dan langsung meninggalkan Mapolda Aceh.

Sebelumnya atau Senin, 2 April 2018, beredar informasi penyidik KPK kembali memeriksa dan meminta keterangan dari sejumlah saksi, terkait proyek Dermaga CT-3 Sabang. Dari data yang diperoleh media ini dari berbagai sumber, sedikitnya ada dua saksi yang dimintai keterangan nantinya.

“Diminta kepada saudara untuk menghadap penyidik, tanggal 5 April 2018 di Mapolda Aceh,” begitu tulis surat KPK, tanggal 27 Maret 2018. Masih menurut sumber media ini. Saksi yang dipanggil itu adalah R (mantan staf dari Dinas Cipta Karya Aceh) dan MIB, salah seorang notaris di Banda Aceh. “Surat panggilan itu ditandatangani Muhammad Rifai, atas nama Pimpinan (Plt) Deputi Bidang Penindakan,” jelas sumber tersebut.