BANDA ACEH  – Lokasi ledakan sumur minyak di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, mulai dibersihkan. Puing-puing sampah yang berserakan diangkut petugas gabungan seusai ledakan pada pekan lalu.

“Pembersihan dilakukan oleh BPBD bersama unsur terkait dari TNI-Polri dan Satpol PP,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Teuku Ahmad Dadek, Kamis (3/5/2018).

Pembersihan lokasi ledakan dilakukan pada Rabu (2/5) kemarin atau tepat seminggu setelah kejadian. Di lokasi, petugas mengangkut seng, drum, dan sampah-sampah yang ada di lokasi kejadian.

Menurut Dadek, pembersihan ini dilakukan karena di lokasi tinggal sampah yang tidak bisa dijadikan barang bukti. Sedangkan barang-barang yang dijadikan barang bukti saat ini sudah diamankan polisi.

“Bukti-bukti sudah diboyong ke Polres (Aceh Timur) ini tinggal sampah yang nggak ada kekuatan hukumnya, makanya dibersihkan,” jelas Dadek.

Insiden ledakan sumur minyak ini terjadi pada Rabu (25/4) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Akibat insiden ini, 22 orang meninggal dunia dan 40 orang luka-luka. Mereka dirawat di sejumlah rumah sakit di Aceh Timur.

Selain itu, polisi saat sudah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini. Mereka terdiri dari kepala desa, ketua pemuda, pemilik modal, penyedia lahan, dan penyedia bahan material.

“Tersangka telah kita tahan di Mapolres. Mereka akan kita mintai keterangan lanjutan. Barang bukti terbaru belum kita dapatkan, apalagi kondisi sumur minyak meledak masih menyemburkan cairan. Kita belum berani masuk ke radius 10 meter,” kata Kasat Reskrim Polres Aceh Timur AKP Erwin Satrio Wilogo saat dimintai konfirmasi, Rabu (2/5/2018).