JAKARTA – Tim Polirobocom_01 Politeknik Negeri Lhokseumawe berhasil menempati posisi runner up grup E dalam Kontes Robot Indonesia 2018 yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Kabag Humas Politeknik Lhokseumawe (PNL) Muhammad Hatta dalam siaran pers, Kamis 12 Juli 2018 mengatakan, mahasiswa PNL Bergabung dalam grup E bersama RENGGANIS dari Universitas Negeri Surabaya, VEAMUS Universitas Indonesia, Polirobocom_01 pada pertandingan putaran pertama dikalahkan oleh RENGGANIS dengan skor 5-0.

Tetapi pada pertandingan kedua Tim Polirobocom_01 Politeknik Negeri Lhokseumawe berhasil mengalahkan tim kuat VEAMUS dari Universitas Indonesia dengan skor 24-14. Dengan hasil ini, tim Polirobocom_01 masuk babak perdelapan final yang akan dilangsungkan besok tanggal 13 Juli 2018.

Dirinya mengatakan, Polirobocom_01 Politeknik Negeri Lhokseumawe merupakan salah satu dari 24 tim robot pintar dari berbagi perguruan tinggi Indonesia yang ikut serta bertanding pada Kompetesi Robot Abu Indonesia (KRAI), Kontes Robot Indonesia (KRI) 2018 tingkat nasional.

Para peserta mulai bertanding pada Kamis (12/7) hingga Jum’at (13/7) di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Sementara itu dirinya mengatakan, 23 tim robot pintar lainnya merupakan perwakilan terbaik dari masing-masing perguruan tinggi yang sebelumnya sudah dipertandingkan ditingkat regional.

Polirobocom_01 merupakan tim yang lolos mewakili regional I Sumatera yang dipertandingkan di UNRI Pekanbaru, Riau pada tanggal 24-26 April 2018.
Dirinya merincikan, 23tim robot pintar lainnya tim NANOPA dari Universitas Tadulako, EURO NINO Universitas Sam Ratulangi, MAESTRO_EVO, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), RENGGANIS, Universitas Negeri Surabaya (UNES), LAHBAKO SAN, Universitas Jember, VEAMUS, Universitas Indonesia (UI), HEROES Universitas Gadjah Mada (UGM), Bandhayuda, Universitas Dipenogoro (Undip), EII_TORO, Universitas Dian Nuswantoro, Dewaruci, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, C-Dragold_MP, Politeknik Negeri Ujung Pandang, BAYMAX_PL, Politeknik Negeri Malang.

Selanjutnya IRTONAS’64 Politeknik Negeri Jember, EL-FORZA 18, Politeknik Negeri Jakarta, ABENK-TECH Politeknik Negeri Bengkalis,Barelang 5.8 Politeknik Negeri Batam, KAYUBI Politeknik Negeri Banjarmasin, PLI-DENG 3, Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung, KANAYAKAN 21, Politeknik Negeri Manufaktur Bandung, PENSAE, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, RIVER, Intitut Teknologi Sepuluh Nopember, Dagonfly Institut Teknologi Bandung dan BRAHMANA dari Institut Sains Teknologi AKPRIND Yogyakarta.

Reporter : Mulyadi