Mantan Bupati Simeulue Riswan NS angkat bicara ihwal upaya Pemerintah Simeulue menarik aset yang belum dikembalikannya.

Dalam pernyataan tertulis yang diterima, Riswan NS mengaku telah mengajukan dum terhadap mobil dinas Toyota Prado keluaran 2008 tersebut. Dia juga mengungkapkan bahwa mantan Wakil Bupati Simeulue Hasrul Edyar juga mengajukan permohonan dum terhadap mobil dinas.

Menurut Riswan, pengajuan itu telah memenuhi syarat, terutama sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 84 Tahun 2014 Tentang Penjualan Barang Milik Negara atau Daerah Berupa Kendaraan Perorangan Dinas. Begitu juga dengan Permendagri Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah.

“Regulasi ini membenarkan bahwa kami dapat mengajukan permohonan pembelian mobil dinas tanpa lelang, namun sampai saat ini surat permohonan kami tersebut belum ada tanggapan dari Pemkab Simeulue,” katanya, Selasa malam.

“Kalau memang bisa dikabulkan, Alhamdulillah. Kalau tidak bisa, mohon diberikan alasannya secara tertulis.”

Dia juga mengaku tak pernah menggunakan mobil tersebut sejak berakhir masa jabatan pada Juli 2017 lalu.

“Mobil kami titip di Jakarta sambil menunggu kabar dari Pemkab Simeulue karena untuk sementara kami berada di Semarang,” katanya.

Soal rumah dinas, Riswan mengaku telah mengosongkannya sejak lama. Namun dia juga telah meminta Pemkab Simeulue membentuk tim teknis untuk melakukan “penilaian”.

Sebab, kata Riswan, kondisi rumah tersebut sebelumnya tak layak ditempati. Pada 2007 lalu, kata dia, rumah tersebut bahkan sempat “berubah fungsi” menjadi tempat pembuangan sampah.

Namun, pada saat dia menjabat sebagai Kadishub Simeulue 2007 lalu, dia mengaku rumah dinas tersebut secara bertahap diperbaiki sampai kondisinya layak huni.

“Karena itu mohon dibentuk tim teknis untuk melakukan penilaian’ sampai kondisinya layak ditempati, namun sayang sampai saat ini belum ada kabar dari Pemkab Simeulue,” katanya.

 

 

Sumber: berita kini l