BANDA ACEH- Direktur Masyarakat Informasi & Teknologi (MIT) Aceh Teuku Farhan, S.Kom mengatakan, pengguna internet di Aceh secara umum sangat unik, yakni baru mengenal internet setelah mereka neggunakan media sosial seperti Facebook.

“Mereka baru mengenal internet setelah mereka menggenal facebook dan media sosial lainnya,” kata Teuku Farhan dihadapan ratusan peserta yang lagi mengikuti kegiatan “Literatur digital sebagai upaya pencegahan radikalisme dan di terorisme” di Hotel Mekkah, Lampriet, Banda Aceh, Kamis 15 Maret 2018.

Untuk saat ini, kata Teuku Farhan, pengguna media sosial Facebook di Aceh secara keseluruhan mencapai 1-1,5 juta setiap bulannya. Pengguna laki-laki sampai 59%, sedang kan perempuan 41%.

sementara, lanjutnya, media yang baru mewabah dikalangan pengguna medsos, yakni steemit di Aceh dianggap besar, bahkan Aceh menjadi salah satu pelopor steemit di Asia Tenggara.

“Aceh termasuk salah satu pelopor steemit di Asia Tenggara,” ujar Teuku Farhan.

Secara luas, populasi pengguna internet dunia yang percaya teknologi lebih banyak menawatkan peluang dibanding ancaman Indonesia menempati posisi ke-7 mencapai 71 persen. Posisi pertama adalah Nigeria 80 persen, India 78 persen, UAE 76 persen, Maroko 74 Persen, Filipina 74 persen, Kenya 72 persen, Indonesia 71 persen, Turki 71 persen, Singapore 62 persen, Malaysia 61 Persen. Sementara untuk negara besar seperti Amerika Serikat 53 Persen, Rusia 48 Persen, dan Jerman 37 Persen.

Acara dialog digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerjasama dengan Fiorum Koordinasi Pencegahan Terorisma (FKPT) Aceh.

 

@harian aceh