IDI – Masyarakat Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Propinsi Aceh menanti adanya solusi dari pemerintah setempat, terkait penggelolaan sumur minyak di daerah itu.

“Kami berharap ada solusi dari pemda agar masyarakat bisa mengelola sumur minyak sebagai mata pencaharian,” ujar Kepala Desa Bhom Lama, Kecamatan Rantau Peureulak, Mukhlisin di Idi, Rabu.

Dituturkannya, apabila pemerintah menutup seluruh sumur minyak di daerah itu, maka masyarakat terancam mata pencahariannya.

Untuk itu, ia berharap agar pemerintah daerah, pihak kepolisian serta PT Pertamina EP bisa mempertimbangkan nasib masyarakat Rantau Peureulak yang selama ini mengantungkan hidup dari hasil pemboran minyak secara tradisional tersebut.

Menurutnya, seyogyanya pemerintah berkenan memberikan pelatihan dan pembinaan terhadap masyarakat pekerja tambang minyak itu, sehingga bisa menjamin keselamatan kerja dan adanya perizinan tambang rakyat itu.

“Sebagian warga mengais rezeki dari penambangan minyak itu. Mohon pemerintah mempertimbangkannya,” imbuh dia.

“Bisa mungkin dikelola oleh sebuah koperasi rakyat dibawah binaan dan pengawasan pemerintah serta pihak Pertamina,” tambah Mukhlisin.

Mukhlisin mengaku, sebanyak 17 orang warga desanya menjadi korban saat terjadinya ledakan sumur minyak di Desa Pasir Putih, Rantau Peureulak, Rabu (25/4) itu.

Jumlah itu, kata dia, merupakan korban meninggal dunia maupun menderita luka bakar yang dirawat di sejumlah rumah sakit.