ACEH SINGKIL – Pasca unggahan foto pelecehan ibadah salat oleh akun facebook Mambar Ambar Berutu yang telah menyulut amarah umat Islam khususnya di Kabupaten Aceh Singkil, sejumlah tokoh umat muslim dan nasrani langsung menggelar pertemuan dan mengimbau umat untuk tetap tenang dalam menanggapi hal tersebut.

Untuk memastikan pelaku yang memiliki nama asli Demos Berutu, warga Kuta Tinggi, Kecamatan Simpang Kanan itu benar telah ditangkap oleh pihak kepolisian, sejumlah tokoh agama, Rabu (4/4) mendatangi Mapolres setempat.

“Kami memuji atas tanggapnya aparat kepolisian dalam menindak lanjuti unggahan facebook pelaku yang telah menyinggung umat muslim ini, selaku tim rekonstruksi perdamaian umat, berharap kejadian serupa tidak terulang kembali, dan apa yang telah terjadi ini tidak berpengaruh terhadap kerukunan umat beragama di daerah kami, kami harap umat tetap tenang menanggapi hal ini,” kata Hambali Syah Sinaga Ketua Front Pembela Islam Aceh Singkil saat memberikan keterangan kepada wartawan.

Hambali mengatakan apa yang dilakukan oleh Demos Berutu itu tidak ada kaitan apapun dengan konflik yang pernah terjadi di Kabupaten Aceh Singkil, tindakan Demos hanya perbuatan personal, pihaknya meminta aparat penegak hukum dapat memproses pelaku.

“Kami forum umat Islam berharap, bahwa persoalan ini ditangani serius oleh aparat kepolisian agar dapat menjadi pelajaran,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Forum Cinta Damai Boas Tumangger, selaku perwakilan pemuka agama Nasrani yang turut mendatangi mapolres mengaku sangat menyelsalkan tindakan pelaku, sebab apa yang dilakukannya itu dikhawatirkan dapat merusak kerukunan umat beragama yang sudah dipupuk selama ini.

“Kami menyerahkan hal ini sepenuhnya kepada penegak hukum, kami pastikan perbuatan pelaku ini murni perbuatan pribadi, tidak ada ditunggangi dengan kepentingan kelompok manapun, kami mengingikan kondisi tetap kondusif, kami atas nama umat Nasrani memohon maaf apabila foto yang dishare (dibagi) pelaku telah menyingung umat muslim, mari kita serahkan hal ini kepada pihak yang berwajib,” ujar Boas.