PIDIE – Seluruh pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejurusan (SMK) sederajat di Kabupaten Pidie telah selesai mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2018. Namun hasil nilai UNBK yang diperoleh peserta di Pidie hanya mampu menempatkan kabupaten tersebut di peringkat 22 dari 23 Kabupaten/Kota di Aceh.

“Kalau dilihat dari segi nilai ya, kita rendah. Yang terpenting sebenarnya bukan hanya nilai tetapi tingkat indeks integritas pendidikan berkarakter, itu menjadi penilaian utama atau pencapai kulitas pendidikan secara nasional,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pidie, Murthalamuddin, usai menghadiri peringatan Hari Pendidikan Nasional di Sekretariat Daerah setempat, Rabu 2 Mei 2018.

Murtalamuddin mengatakan meski nilai UNBK peserta di Pidie hanya berada pada angka 40,49 namun indek integritas kabupaten itu berada diatas rata-rata nasional. Itu kata dia dibuktikan dengan tingkat kelulusan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN pelajar asal Pidie.

“Khusus tahun 2017 ada 25 orang yang lulus dan tahun ini naik 37 orang. Indeks integrtas kita berada diatas rata dengan 10 digit dari angka yang ditetapkan Nasional misalkan 61 dan Pidie memperoleh nilai indek integritasnya 71. Ini juga mempengaruhi angka indeks integrtas Aceh secara nasional sehingga menunjukkan pendidikan berkarakter di Pidie semakin baik,” kata Murtalamuddin.

Murtalamuddin berdalih anjloknya perolehan nilai UNBK disebabkan sejumlah sekolah tingkat Madrasah Aliyah Negeri dibawah Departemen Agama di Pidie baru tahun ini melaksanakan UNBK. Selain itu kata dia, untuk memperoleh kemajuan dibidang pendidikan membutuhkan proses panjang.

“Tidak cukup dua tiga tahun untuk memperbaiki pendidikan, dan pendidikan berintegritas syarat wajib dalam meningkatkan mutu pendidikan. Jadi ada saja kelemahan dan kekurangan serta kendala yang mempengaruhi perolehan nilai kelulusan,” kata Murtalamuddin.

Murtala juga keberatan jika anjloknya nilai akibat rendahnya kualitas tenaga pendidik di Pidie. Karena kata dia, sesuai uji pretest kompetensi, guru di Pidie menempati peringkat 4 atau naik dibanding sebelumnya yang berada di peringkat 19 dari 23 kabupaten/kota di Aceh.

“Sebenarnya guru ditekankan untuk menerapakan indeks integritas dalam menentukan kelulusan, karena integritas ujian nasional belum membaik. Guru dibebani pekerjaan tidak seharusnya seperti membantu siswa menjawab soal, menaikan kelas, dan meluluskan anak yang tidak pantas lulus. Jadi sekarang kelulusan dilakukan melalui rapat dewan guru,” kata Murtala.

Rapat dewan guru kata dia diharap memperbaiki norma selama ini yang menjadikan nilai sebagai acuan pokok dalam pendidikan. “Sekarang tidak lagi seperti itu dimana orang berlomba mencari nilai dengan berbagai cara. Karena yang menentukan kelulusan bukan lagi hasil ujian nasional tetapi dari hasil rapat dewan guru. Ujian nasional hanya alat pemetaan mutu pendidikan bukan indikator kelulusan,” kata Murtalamuddin.