LHOKSUKON – Dewan Pimpinan Sagoe (DPS) Partai Aceh (PA) Samudera, Aceh Utara, meminta Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Aceh Utara untuk menyelesaikan sengketa pemilu terhadap Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai SIRA Aceh Utara karena diduga melakukan pelanggaran, yakni memindahkan alamat Kantor DPW Partai SIRA dari Uteun Geulinggang, Kecamatan Dewantara, ke Desa Mancang Kecamatan Samudera, Aceh Utara. Permohonan sengketa itu dilaporkan PA kepada Panwaslu pada 9 Maret lalu.

“Dalam verifikasi faktual dan sistem Informasi Partai Politik (Sipol), Kantor DPW SIRA Aceh Utara berada di Desa Uteun Geulinggang. Sedangkan sekarang sudah dipindahkan ke Desa Mancang, Kecamatan Samudera. Padahal dalam Pasal 17 PKPU Nomor 11 Tahun 2017, disebutkan partai memiliki kantor tetap sampai berakhirnya tahapan pemilu,” ujar Sekretaris DPS Sagoe Samudera Bachtiar Muhammad Sufi.

Pihaknya, kata Bachtiar, memiliki bukti yang cukup dan sudah mengajukan kepada Panwaslu. “Karena itu kami mohon kepada Panwaslu untuk mengabulkan permohonan sengketa tersebut, dan merekomendasikan untuk menutup kantor tersebut dan menghukum terlapor secara administrasi dan pidana pemilu, karena sudah melakukan pelanggaran,” katanya Bachtiar.

Sementara itu, Ketua DPW SIRA Aceh Utara Muslim Syamsuddin kepada Serambi kemarin menyebutkan, dirinya tak memindahkan alamat kantor DPW SIRA dari Uteun Geulinggang ke Desa Mancang, Kecamatan Samudera. Kantor yang berada di Desa Mancang itu bukan Kantor DPW, tapi untuk tim Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu).

Sedangkan Kantor DPW SIRA Aceh Utara masih berada di Desa Uteun Geulinggang. “Tadi saya sudah hadir ke Panwaslu untuk memenuhi undangan guna mengklarifikasi hal tersebut. Itu bukan kantor DPW, tapi kantor persiapan untuk Bapilu dan untuk sementara waktu digunakan jika ada rapat, karena lokasi lebih sentral bagi pengurus di Aceh Utara,” katanya.

Sementara Ketua Panwaslu Aceh Utara Yusriadi MSM menyebutkan, pihaknya sudah mengundang pelapor dan terlapor untuk mendengar keterangan dan kedua pihak sudah memberikan keterangannya. “Jadi, sengketa ini akan kita upayakan untuk memediasinya, supaya persoalan ini dapat diselesaikan secara damai,” katanya.

 

 

Sumber : aceh tribun