Irva Yulis (23), salah seorang pedagang kelontong di Gampong Krueng Batee, Kecamatan Kuala Bate, Kabupaten Abdya, mengaku jika kedai miliknya sudah dua kali didatangi pembeli dengan menggunakan uang palsu. Hal itu disadarinya saat mengetahui bahwa uang tersebut tidak memiliki kesamaan dengan uang asli.

“Sudah dua kali pembali menggunakan uang palsu baru-baru ini. Karena pembeli terlalu ramai, maka orangnya tidak kami ketahui,” sebut Irva, Senin (28/11/2017).

Irva menjelaskan, pertama kali dia menemukan uang palsu tersebut pada Minggu 26 November 2017 kemarin hingga berlanjut pada Senin pagi.

“Uangnya pecahan 50 ribu. Pertama saya merasa ada kejanggalan dari uang itu, sebab pas saya raba hampir sama dengan kertas HvS,” ujar Irva.

Atas kejadian itu ia menghimbau, agar pedagang di Abdya agar lebih jeli dalam melihat uang yang digunakan oleh pembeli, sebab dirinya yakin penyebaran uang palsu tersebut akan terus berlanjut jika padagang tidak teliti.

“Saya berpesan kepada seluruh pedagang agar hati-hati melayani pembeli, siapa tau mereka menggunakan uang palsu. Jika kedapatan jangan segan-segan untuk melaporkan kepihak kepolisian,” sebut Irva. (atc).