ACEH TIMUR – Puluhan warga dari dua Kecamatan di Aceh Timur menghadang mobil pekerja PT Swadaya Subcon PT Medco E&P Malaka di Central Processing Plan (CPP) PT. Medco di Desa Blang Nisam, Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur. Kamis (22/2).

Selain sejumlah warga dari Desa Alue Patong, dan Desa Bandar Baro Kecamatan Indra Makmu, sejumlah warga dari Desa Seuneubok Rambong Kecamatan Nurussalam juga turut hadir di depan pintu Gate-1 CPP PT.Medco untuk berunjukrasa dan menghadang mobil pengangkut pekerja dari luar Aceh.

Dalam bulan terakhir ini diduga sejumlah pekerja dari luar daerah kembali dipasok untuk dipekerjakan di lokasi PT Medco sehingga menimbulkan cemburu sosial bagi warga lokal di Kabupaten Aceh Timur.

Kapolres Aceh Timur AKBP Rudi Purwiyanto melalui Kapolsek Indra Makmu Iptu Justin Tarigan mengatakan, para pengunjuk yang menghadang mobil PT Swadaya Subcon PT Medco terkait masalah tenaga kerja dari luar Aceh, dan mereka meminta tenaga kerja lokal yang belum terserap untuk bekerja di lokasi tersebut.

“Selain itu juga ditemukannya warga Desa Seneubok Rambong sebanyak 11 orang yang sudah di Indektion oleh PT. Swadaya tetapi tidak bekerja, mereka ditarik uang Rp 50.000 oleh Staf Humas PT Swadaya dengan alasan untuk persyaratan kesehatan,” sebut Justin Tarigan.

Selain itu katanya, juga adanya janji-janji manis dari bagian pihak keselamatan kerja PT.JEC Suhartono kepada warga yang sudah di Indektion bahwa mereka akan dibawa kerja ke Peureulak bila pekerjaan di CPP ini selesai.

Aksi unjuk rasa tersebut akhirnya dimediasi oleh Kapolsek Indra Makmu Iptu Justin Tarigan berserta anggotanya, serta Lead Security Block-A PT. Medco Letkol (Purn) Syafie. dan juga Danramil 26/Indra Makmu Kapten Inf Safari berserta anggota Babinsa.

“Atas kesepakatan bersama mediasi akan dilanjutkan di kantor Camat Indra Makmu hari ini juga, yang akan langsung dimediasi oleh Muspika Kecamatan Indra Makmu Kabupaten Aceh Timur,” tambahnya.