SUKA MAKMUE – Empat orang pelaku maisir dan satu pemerkosa anak di bawah umur pada Jumat (6/4/2018) menjalani hukuman cambuk yang berlangsung di halaman Masjid Nurul Iman, Desa Alue Bilie, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya.

Kegiatan tersebut berlangung usai pelaksanaan shalat Jumat, para warga di daerah Alue Bilie memadati halaman masjid, guna menyaksikan pelaksanaan eksekusi cambuk terhadap pelaku maisir dan pemerkosaan.

Sementara tersangka pemerkosaan menerima 100 kali hukuman cambuk, dan kurungan 2 tahun penjara di potong masa tahanan tiga bulan.

Sedangkan 4 pelakukan maisir menerima 20 kali cambuk.

Kepala Kejaksaan Negeri Nagan Raya, Sri Kuncoro, Jumat (6/4/2018) mengatakan, putusan yang telah ditetapkan oleh Mahkamah Syariah kepada pelaku maisir dan pemerkosaan anak di bawah umur diharapkan bisa menjadi efek jera dan hendaknya tidak terulang lagi kedepan.

Disebutkan, terkait hal yang sama saat ini masih ada 7 kasus lagi yang belum ada putusan Mahkamah Syariah terhadap masalah pelanggaran syariat Islam.

Sementara Sekda Nagan Raya, TR Johari dalam kesempatan itu mengharapkan kepada masyarakat Nagan Raya supaya menjauhi hal-hal yang melanggar dengan Syariat Islam.

Hal itu dimaksud agar kedepan tak terulang kegiatan eksekusi seperti yang dijalankan hari ini.

“Jadikanlah kasus ini sebagai pengalaman dan jangan coba-coba mengulanginya lagi, sebab perilaku tersebut sebuah perbuatan yang kurang baik dan terhadap tersangka yang menjalani hukuman cambuk hendaknya tidak mengulanginya lagi.