BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh berencana akan membangun tempat wisata kuliner yang baru di lokasi bantaran sungai Krueng Aceh Puenayong. Diperkirakan, pembangunan ini membutuhkan biaya kurang lebih mencapai Rp 35 miliar.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Banda Aceh, Jalaluddin mengatakan, pemerintah akan membangun serta menata tempat wisata kuliner baru di kawasan bantaran Krueng Aceh Peunayong. Dan nantinya para pedagang dari jalan Ahmad Yani dipindahkan ke lokasi tersebut.

“Dilakukan penataan dibantaran Krueng Aceh, dijadikan wisata kuliner,” kata Jalaluddin kepada wartawan usai mendampingi Wali Kota Banda Aceh meninjau pasar Peunayong, Jum’at (23/3).

Kata Jalaluddin, proses pembangunan tempat wisata ini akan dimulai konstruksi pada awal tahun 2018. Dengan kebutuhan biaya diperkirakan mencapai Rp 35 miliar. Tetapi, lanjutnya, semua anggaran yang dibutuhkan dibantu oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sepenuhnya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tanpa memakai uang daerah sedikitpun.

“Membutuhkan hampir Rp 35 miliar, dibantu oleh Menteri PUPR, menggunakan APBN, dan kita hanya memberikan konsep saja, tidak ada anggaran daerah, tapi APBN murni” ujarnya.

Untuk tahapan pertama, tambah Jalaluddin, kementrian akan membantu Rp 5,1 miliar terlebih dahulu, karena itu dirinya mengharapkan pada 2019 mendatang wisata baru di Banda Aceh ini bisa diselesaikan, mengingat banyak manfaat kedepannya jika rencana ini dapat berjalan baik.

“Ini juga akan menambahkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), membuka lapangan kerja baru dan kebutuhan warga kota akan terpenuhi dengan fasilitas ini,” ungkap Jalaluddin.