Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh akan membangun hotel syariah dengan sumber dana bantuan hibah dari Islamic Development Bank (IDB).

“Pemerintah kota akan membangun hotel dengan bantuan IDB. Hotel ini nantinya menjadi ikon baru Banda Aceh yang bernuansa Islami dan tentunya akan menjadi daya tarik terutama bagi wisatawan,” kata Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, Senin (20/11).

Aminullah Usman menyebut, prospek hotel berkonsep syariah sangat bagus di Banda Aceh sebagai kota yang menerapkan syariat Islam. Pengelolaan hotel ini nantinya benar-benar sesuai syariat Islam.

Menurut Wali Kota, pembangunan hotel dengan konsep syariah Islam sejalan dengan fokus Pemerintah Kota Banda Aceh untuk menggenjot sektor pariwisata. “Dengan dana 3 juta dolar AS atau setara dengan Rp 40 miliar lebih, kita dapat membangun hotel yang megah plus ruangan atau hall yang dapat disewakan,” kata Aminullah Usman.

Saat ini, dia mengatakan, pihaknya sedang menentukan lokasi strategis pembangunan hotel. Dan diharapkan awal bulan tahun depan, pemerintah kota siap mempresentasikan kepada pihak IDB. “Meskipun begitu, kami juga akan menyiapkan sejumlah alternatif selain pembangunan hotel syariah dengan dana hibah IDB ini,” kata Aminullah Usman seraya menyebutkan keuntungan pengelolaan hotel digunakan membantu anak yatim yang selama ini mendapatkan beasiswa dari IDB.

Representatif IDB untuk Indonesia Muqni Affan Abdullah mengatakan, direktur IDB juga telah secara khusus bertemu dengan Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman. Setelah pertemuan itu, dia menerangkan, direktur IDB menyatakan tertarik dengan beberapa proposal awal yang diajukan Pemkot Banda Aceh mengenai pembangunan hotel syariah. “Dana hibah senilai 3 juta dolar AS sudah siap, tinggal menunggu persetujuan dari pihak donor,” kata dia.

Tahapan selanjutnya, Muqni menjelaskan, IDB menunggu proposal lengkap dari Pemerintah Kota Banda Aceh termasuk perincian skema bisnis pengelolaan hotel tersebut “Tujuan utama melalui investasi dana hibah ini agar bantuan kepada anak yatim binaan IDB yang direncanakan akan berakhir pada 2021 dapat terus berlanjut,” kata dia.

Muqni Affan Abdullah menyebutkan, saat ini tercatat ada 5.330 anak yatim seluruh Aceh yang mendapatkan beasiswa dari IDB. Termasuk 630 anak yatim di Banda Aceh. Setiap bulannya, per anak yatim mendapat beasiswa 30 dolar AS hingga mereka menamatkan pendidikan tingkat SMA/sederajat.

“Investasi dana hibah ini untuk menjamin kesinambungan bantuan kepada anak yatim,” kata Muqni Affan Abdullah. (rol)