Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe mencatat sedikitnya 100 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi di setiap kecamatan di Lhokseumawe, sejak Januari hingga November 2017. Untuk mencegah bertambahnya korban, petugas diturunkan untuk melakukan fogging di setiap permukiman warga.

“Hingga saat ini tercatat 100 kasus DBD terjadi di Kota Lhokseumawe, namun kondisi ini menurun dari tahun sebelumnya. Syukur, tahun ini sudah menurun walau masih mencapai angka seratus,” kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe dr Herlizar kepada wartawan, Jumat (17/11).

Dia menyebutkan tingkat kepedulian masyarakat terhadap wabah penyakit yang ditimbulkan dari nyamuk aedis aegypti sudah mulai tinggi. Tetapi, pihaknya tak berhenti melakukan sosialisasi dalam menumpas penyakit yang sangat bahaya tersebut.

“Kami terus mengingatkan masyarakat tentang pentingnya kesadaran dalam menjaga lingkungan tetap bersih, asri, sehingga nyamuk mematikan itu tidak tumbuh dan berkembang disekitar rumah. Selain itu, petugas juga diturunkan untuk membasmi nyamuk,” sebut Herlizar.

Dia mengaku sejak beberapa bulan terakhir, petugas terus berpatroli melakukan fogging di berbagai desa yang masuk dalam kawasan endemis.

Sementara, salah seorang warga Desa Hagu Tengoh, Diah mengaku sangat membutuhkan adanya pengontrolan yang dilakukan petugas dengan cara di fogging di setiap permukiman warga yang masuk kategori endemis.

“Tadi saya lihat ada petugas fogging, saya langsung meminta agar dilakukan fogging di sekitar rumah. Soalnya, anak perempuan saya baru saja keluar dari RS karena mengidap DBD,” kata Diah.(ajnn)