Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe mengabulkan tuntutan mahasiswa yang meminta agar dua mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) yang ditahan karena diduga melakukan perusakan aset milik negara saat melakukan demontrasi di kantor Bupati Aceh Utara beberapa lalu.

“Benar bang, Alhamdulilah permohonan penangguhan penahanan terhadap dua rekan yang ditahan di Lapas Kelas II A Kota Lhokseuamwe dikabulkan pihak hakim majelis,” Kata Ketua BEM Unimal, Muslim Hamidi, Kamis (23/11/2017).

Muslim mengatakan, mereka sangat menghargai proses hukum, tapi pihaknya meminta agar nantinya majelis hakim dapat memberikan keputusan yang adil untuk dua rekannya tersebut.

“Terkait status dua rekan kami sebagai tahanan kota, kita tetap terus berjuang supaya keduanya benar-benar dinyatakan bebas dan tidak bersalah,”katanya.

Humas PN Lhokseumawe Jamaluddin saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya telah memberikan penagguhan penahanan terhadap dua mahasiswa tersebut karena telah ada jaminan dari beberapa pihak.

Menurutnya, ada tiga jaminan penangguhan penahanan yang diterima diantaranya dari pihak BEM Unimal, senator Aceh Fachrurrazi, M.IP dan pihak keluarga,” katanya.

“Maka atas jaminan tersebut permohonan penangguhan terhadap dua mahasiswa Muji Al Furqan dan M Rusdi Lamie dikabulkan majelis hakim,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, ratusan mahasiswa melakukan aksi didepan PN Kota Lhokseuamwe terdiri dari berbagai kampus yang ada di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, Selasa (21/11/2017) kemarin.

Para mahasiswa meminta majelis hakim dapat mengabulkan surat permohonan penangguhan penahanan terhadap dua mahasiswa unimalT Muji Al Furqan dan M Rusdi Lamie yang ditahan di Lembaga Permasyarakat (LP) Kelas II A Lhokseumawe.(atc)