Bencana alam puting beliung terjadi pada dua tempat berbeda di Indonesia pekan ini. Hal ini disebabkan oleh masa transisi (pancaroba) pergantian musim dari kemarau ke penghujan atau sebaliknya.

“Kejadian hujan lebat disertai kilat dan angin kencang berdurasi singkat lebih banyak terjadi pada masa transisi atau pancaroba musim. Baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya,” kata Kabag Humas Badan Meterologi dan Geofisika (BMKG), Harry Tirto Djatmiko, Sabtu (25/11/2017) malam.

Menurut Harry, tanda-tanda akan terjadinya hujan lebat ketika udara pada malam hingga pagi hari terasa panas dan gerah. Hal ini diakibatkan adanya radiasi matahari yang cukup kuat ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara.

Perbedaan antara pukul 07.00 WIB dan 10.00 WIB. Mulai pukul 10.00 WIB terlihat tumbuh awan Cumulus (awan putih berlapis-lapis), di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol,” jelas Harry.

Setelah itu, awan tersebut akan berubah menjadi keabuan yang disebut awan Cumulonimbus (Cb). Awan ini mampu menimbulkan angin yang cukup besar hingga puting beliung.

“Puting beliung tidak bisa diprediksi secara spesifik. Hanya setengah jam sebelum kejadian, ini juga hanya berasal dari awan. Bukan dari pergerakan angin monsoon maupun pergerakan angin pada umumnya, tetapi tidak semua awan Cumulonimbus menimbulkan puting beliung dan kemungkinannya kecil untuk terjadi kembali di tempat yang sama,” ujar Harry.

Puting beliung, kata Harri tidak bisa diantisipasi. Namun dampak kejadian bisa diminimalisir dengan memangkas pohon yang rimbun dan memastikan bangunan dalam keadaan kuat.

“Merapikan pohon yang besar, melakukan pengecekan dan memperkuat bagunan konstruksi, menjauh dari lokasi kejadian apabila mengetahui adanya indikasi akan terjadi puting beliung. Ketika terjadi puting beliung juga cepat berlindung dengan cara merapatkan tubuh ke dinding bangunan yang kokoh dan tidak disarankan berlindung di dalam mobil,” ucap Harri.

Anginputing beliung melanda Aceh Utara, angin puting beliung menerjang kemarin (25/11). Angin puting beliung merusak 13 rumah warga di Baktiya Barat, Aceh Utara. Rumah yang rusak kebanyakan bangunan semi permanen.(dtc)