BANDA ACEH – Mayjen TNI Abdul Hafil Fuddin, lahir di Banda Aceh pada tanggal 16 Juni 1962. Putra dari seorang Veteran Tentara Pelajar H. Kamarudin Bin Nyak Idi dan Ibunda nya bernama Hj. Rosna binti Al Mudom. Anak ke tiga dari 11 bersaudara ini mengenyam pendidikan SD di SDN 2 Tapaktuan, SMP 3 Banda Aceh, dan SMA 3 Banda Aceh.

Mayjen TNI Abdul Haffil Fuddin lulus sebagai Perwira Akabri Darat pada tahun 1985. Ayah dari dua orang anak Cut Syahnaz Putri Aulia dan Teuku Fil Rizki Syahputra dari pernikahannya dengan Ny. Yosi Indraswari ini, sebenarnya sempat mendapatkan kesempatan untuk menjadi mahasiswa di perguruan tinggi negeri melalui jalur PMDK karena prestasinya selama SMA. Namun, nasib justru mengantarkannya menjadi Taruna Lembah Tidar Akabri di Magelang.

Sebagai Perwira Korps Artileri Medan, Mayjen Hafil Abdul Haffil Fuddin menghabiskan masa penugasan sebagai perwira pertamanya di satuan Armed, mulai dari sebagai Danton di Yon Armed 10/76 Kostrad, hingga Komandan RAI 10/105. Setelah itu, pada masa-masa Perwira Menengahnya pernah menjabat sebagai Dandim di wilayah Kodam II Sriwijaya, dan mengisi beberapa jabatan strategis di lingkungan Kodam V Brawijaya, Mabesad hingga menjabat sebagai tenaga ahli pengkaji bidang Georgrafi Lemhannas RI. Jenderal bintang dua yang gemar masakan ikan bakar dan ikan kuah ini, juga pernah menjabat sebagai Asisten Deputi bidang koordinasi media massa di Kemenkopolhukam pada medio tahun 2013.

Berbagai pengalaman bertugas di luar negeri pun seperti dalam misi perdamaian sebagai salah satu pasukan yang tergabung dalam kontingen Garuda pada tahun 1993, dan penugasan-penugasan ke berbagai negara membuat jam terbang perwira lulusan Lemhannas RI PPSA 20 tahun 2015 ini semakin tinggi.

Konon, keberangkatannya menjadi kontingen Garuda, adalah sesuatu yang sangat membuat keluarganya bangga, karena ditengah kesibukannya, beliau masih menyempatkan mengirimkan foto-foto saat bersama tentara asing yang bersama-sama bertugas di Kamboja.

Salah satu adik kandungnya menceritakan betapa abangnya Hafil sejak kecil memang dikenal sebagai sosok yang teguh dan pekerja keras. Hafil muda bahkan pernah berjualan es lilin di Pasar Aceh dan membantu pembangunan tower PT Telkom hingga nekat memanjat Tower demi untuk mandiri karena ingin memiliki penghasilan sendiri. Siapa sangka, sang pemanjat tower itu kini didaulat menjadi Panglima Kodam Iskandar Muda yang menjadi Komando Kompartemen Strategis di wilayah Provinsi Aceh.

Sebagai putra daerah, Mayjen Hafil tentunya akan sangat leluasa memimpin Kodam yang berada di wilayah ujung barat Indonesia ini, karena selain sudah sangat mengenal seluk beluk dan budaya Aceh, dukungan rekan-rekan dan saudara-saudaranya akan sangat membantu tugas-tugasnya sebagai pemegang tongkat komando tertinggi di Iskandar Muda ini.

Nurdin Syam, salah satu sohib terdekatnya bahkan menyampaikan betapa tingginya harapan dari teman-teman sesama alumni SMA 3 Banda Aceh, tokoh-tokoh dan warga Aceh pada umumnya, agar dengan duduknya Mayjen Hafil sebagai Panglima Kodam IM, akan mampu mendorong laju pertumbuhan Aceh khususnya pada sisi stabilitas keamanan dan pembinaan teritorial yang semakin hari telah menjadi bagian dari kebutuhan dan denyut nadi masyarakat Aceh.

Besar harapannya itu didasarkan pada minimnya putera daerah Aceh yang bisa menyandang pangkat bintang apalagi hingga menjadi seorang Panglima. Nurdin mengibaratkan bahwa ini adalah berkah bagi masyarakat Aceh ditengah Aceh yang sedang bangkit dari berbagai persoalan di masa lalu yang penuh dengan kisah nestapa.

Semoga, kehdiran Mayjen Abdul Hafil Fuddin sebagai Panglima Kodam Iskandar Muda, akan memberi warna yang cerah dan jalan yang lebih terbuka luas agar sinergitas TNI beserta komponen lainnya khususnya Polri dan Pemerintah daerah menuju Aceh hebat dan Aceh yang semakin merah putih.