ACEH SINGKIL – Sekelompok orang menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Aceh Singkil (AMPPAS) menyatakan, perayaan hari jadi kabupaten tersebut cuma menghambur-hamburkan uang rakyat, tanpa memiliki dampak bagi penduduk setempat.

“Kami menolak perayaan hari jadi Aceh Singkil ke-19, karena monoton dari tahun ke tahun. Cuma hamburkan uang rakyat,” ucap Koordinator Lapangan AMPPAS, Zulkarnain di Banda Aceh, Senin.

Dalam aksi yang berlangsung di Bundaran Simpang Lima di Banda Aceh ini, terpantau diikuti oleh belasan orang dengan membawa berbagai spanduk berisikan tulisan penolakan baik di kertas kantor maupun satu kain putih berukuran lima meter.

Zulkarnain mengatakan, penggunaan uang rakyat miliaran rupiah untuk perayaan ulang tahun setiap tahun, merupakan pemborosan dan cenderung poya-poya yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten setempat.

Padahal wilayah Aceh Singkil di hari jadi ke-19 tahun ini, telah mendapat kado yang paling terindah dari alam sekitar, berupa bencana banjir diakibatkan ulah manusia terutama dilakukan oknum tertentu yakni pembalakan liar.

Seperti diketahui, Aceh Singkil merupakan pemekaran dari kabupaten induk yakni Aceh Selatan yang sebagaian wilayahnya terdapat di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, dan diresmikan melalui Undang-undang No.14 tahun 1999 pada tanggal 27 April 2019.

“Bayang, jika uang miliaran rupiah itu dapat dioptimalkan untuk membantu warga terkena musibah banjir, berapa banyak masyarakat terbantu dan merasakan manfaat langsung,” terangnya.

Ia melanjutkan, pemerintah Aceh Singkil dewasa ini terlihat masih setengah hati dalam membebaskan wilayah setempat dari daerah tertinggal dan termiskin, serta banjir bukan merupakan program prioritas pasangan bupati/wakil bupati saat ini.

“AMPPAS meminta kepada bupati sekarang agar betul-betul serius, dan menindak tegas pelaku pembalakan liar sebagai pemicu utama banjir,” jelas dia.

“Kami mendesak pemerintah Aceh Singkil segera evaluasi diri. Prioritaskan yang ada di depan mata, bukan justeru mengumbar pencitraan tanpa bukti,” kata Zulkarnain.

Selama orasi berlansung di Bundaran Simpang Lima Banda Aceh ini, terlihat aparat kepolisian dari Polres setempat berjaga-jaga.

Petugas polisi lalu lintas berdiri di persimpangan jalan untuk mengatur arus lalu lintas yang memiliki lampu merah di setiap sudut simpang, sehingga terpantau ramai lancar.