Perekrutmen Seleksi Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (panwascam) di Kabupaten Aceh Utara dinilai beraroma KKN.

Pasalnya, rekrutmen tes untuk tiga orang setiap kecamatan yang diikuti oleh perserta calon Panwascam sebanak 700 orang itu bertempat di gedung SMAN 1 Lhoksukon terkesan hanya formalitas.

Dugaan permainan orang dalam dan titippan tersebut diungkapkan oleh sejumlah peserta yang mengikuti seleksi

“Walaupun ini baru tahap pengumuman awal kelulusan test tertulis, tapi sudah menjadi hak penentu Panwaslu. Siapa orangnya, tang pastinya kita belum tahu, tapi saya yakin adanya permainan itu,” ungkap salah seorang peserta.

Peserta lainnya SW mengatakkan sehari sebelum dimulainya seleksi tes tulis didapati bocoran soal dan juga jawaban yang di berikan oleh panitia seleksi kepada kerabatnya, kebocoran tersebut terjadi di Kuta Makmur.

“Semalam ada jawaban ujian test tulis dibagikan di Kutamakmur. Saat saya tanya, dimana dibagikan dan siapa yang membagikan, spontan orang itu mengalihkan perbincangan,” terang SW.

Meski pun soal ujian tulis test Panwascam dilakukan penyerahan secara langsung oleh Bawaslu Provinsi Aceh kepada pihak Panwaslu atau kepada panitia ujian seleksi satu jam sebelum ujian dimulai itu prosedur yang wajid dilakukan untuk meyakinkan masyarakat sebagai UU Pemilu No 07/2017

“Terus terang, dirinya tak yakin seleksi Paswascam ini murni hasilnya. Kalau memang itu murni, kami minta agar hasil test jian tulis di publikasi ke umum. Karena sangat relevan kemampuan para peserta dengan materi ujian tertulis itu bisa lulus dibandingkan skill sejumlah peserta,” paparnya.

Jumlah peserta calon Panwascam dari 27 Kecamatan se-Aceh Utara yakni Kecamatan Langkahan dan Simpang Keramat sebagai peserta yang sangat minim pendaftarnya. Informasi tersebut diperoleh dari warga setempat yang mulai jenuh ikut seleksi Panwascam.

“Percuma ikut karena mereka adalah orang-orang titipan. Jadi sia-sia saja,” sahut seorang warga.

Sementara anggota Panwaslu Aceh Utara Furqan, saat dihubungi beberapa kali melalui selulernya tidak diangkat, kemudian dikirim dalam pesan singkatnya juga tidak ada balasan hanya mengirimkan nomor ponsel dan mengarahkan kepada Ketua Panwaslu melakukan konfirmasi.

Sedangkan Yusriadi beberapa kali hubungi masih tidak mengangkat selulernya, pesan singkat yang dikirim juga belum dibalas.

Awak media juga mencoba melakukan konfirmasi dengan anggota Panwaslu lainya, T Yusherli juga terjadi hal yg sama.(sa)