SIGLI – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sigli menggelar sidang dengan agenda vonis terhadap Hamdani Rusli (46), terdakwa kasus pembunuhan bidan di Pidie yang merupakan istrinya sendiri, Senin (30/4/2018).

Sidang tersebut dikawal polisi bersenjata laras panjang.

Sebelumnya, hakim menunda sidang tersebut karena majelis hakim belum siap membacakan amaran putusan dan terdakwa sakit.

Hamdani yang memakai baju kaos dan rompi tahanan warna orange dengan celana jeans, digiring polisi ke dalam sel tahanan PN Sigli.

Ternyata di depan sel tersebut sudah ditunggu oleh kelurga korban yang duluan hadir di PN tersebut.

Petugas melepaskan borgol dan menjebloskan Hamdani ke dalam sel.

Hingga kini, sidang vonis majelis hakim belum dimulai di PN Sigli.

Untuk diketahui, sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie, menuntut mati terdakwa Hamdani Rusli (46) dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Sigli, Senin (9/4/2018).

JPU menyatakan terbukti secara hukum dan meyakinkan, bahwa Hamdani Rusli telah membunuh secara berencana istrinya Nursiah binti Ibrahim (43) bidan yang bertugas di Puskesmas Pembantu (Pustu) Cot Bada, Bireuen.

Nursiah dihabisi Hamdani secara sadis menggunakan pisau dan parang di rumah mertuanya Rusli di Gampong Beulangong Basah, Ujong Rimba, Kecamatan Mutiara Timur.

Tuntutan itu dibuktikan dengan keterangan sembilan saksi dan pengakuan terdakwa sendiri.

Juga adanya barang-bukti (BB) sebilah parang dan satu pisau serta baju plus celana berlumuran darah milik terdakwa.

Kecuali itu, baju seragam warna putih berlumuran darah milik korban, rambut dan gelang emas milik korban yang ditemukan pihak kepolisian.

Sehingga perbuatan terdakwa telah melanggar pasal Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan berencana dan pasal 365 ayat (3) tentang perampokan dengan menyakiti orang lain yang menyebabkan kematian.